Home OPINI Sofyano Zakaria Beri Acungan Jempol , Pemerintah Indonesia Pangkas Pasokan Gas ke Singapura
OPINI

Sofyano Zakaria Beri Acungan Jempol , Pemerintah Indonesia Pangkas Pasokan Gas ke Singapura

Share
pemerintah-pangkas-ekspor-gas-singapura-31-mmscfd.webp
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah mulai mengurangi pasokan gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sejak Sabtu (24/10/2026). Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa pemenuhan kebutuhan energi nasional mulai diprioritaskan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Mulai hari ini pasokan gas ke Singapura dialihkan ke dalam negeri dari Natuna ke PLN Batam sebesar 15 juta standar kaki kubik,” kata Djoko, seperti dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (24/10).

Terkait keputusan Pemerintah tersebut, Sofyano Zakaria, Pengamat kebijakan energi, sangat memberi apresiasi dan acungan dua jempol kepada Pemerintah khususnya kepada Presiden Prabowo dan jajaran,terkait keputusan memangkas pasokan gas bumi ke Singapura.

“Negeri kita sangat kekurangan dan sangat butuh gas maka keputusan memangkas pasokan gas ke Singapura adalah sebuah keputusan dan kebijakan “politik dan ekonomi” yang sangat luar biasa yang patut didukung oleh segenap lapisan masyarakat negeri ini” ujar Sofyano Zakaria yg juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik.

Ekspor gas ke luar negeri yang sudah dilakukan oleh pemerintah negeri ini sejak tahun 2003 sudah saat nya perlu ditinjau kembali dengan memangkas dan atau menghentikan pasokan ke negara manapun sepanjang ada klausul dalam perjanjian yang memperbolehkan itu, lanjut Sofyano

Disisi lain gas yang “ditarik” kembali buat kebutuhan dalam negeri perlu diatur secara bijak dan adil oleh Pemerintah jangan sampai gas tersebut dinikmati bisa dibeli oleh pihak pihak tertentu saja, tambah sofyano zakaria.

Sofyano Zakaria mendorong Pemerintahan Presiden Prabowo untuk sudah saatnya mengutamakan kepentingan nasional untuk melakukan kebijakan terkait energi demi ketahanan energi bangsa, walau harus mengurangi nilai ekspor migas kita.

“Rakyat pasti mendukung setiap kebijakan pemerintah yang diuntukkan bagi kepentingan nasional,” ucap Sofyano.

Kebijakan yang diambil Pemerintah ini sejalan dengan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang menegaskan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Pemerintah akan memantau perkembangan pasokan setiap hari.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mempertimbangkan untuk menghentikan atau tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga apabila kebutuhan domestik belum terpenuhi.

Bahlil menegaskan, ketahanan energi harus menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” tegasnya.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Kebijakan ini menandai penegasan prioritas energi nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalihan gas benar-benar memperkuat pasokan listrik domestik tanpa mengabaikan kepastian kontrak dan kepercayaan mitra dagang. (Ebs)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas?

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Memasuki usia 69 tahun (10 Desember 2026) Badan...

Sofyano Zakaria: Jangan Biarkan Beban Keuangan PLN Berujung pada Beban Masyarakat

Jakarta, situsenergi.com Kerugian PT PLN (Persero) sebesar Rp3,92 triliun pada semester I...

ANDAMAN (Andalan Masa Depan)

Oleh: Salis AprilianSenior Advisor to IGS (Indonesian Gas Society) Aceh tidak akan...

HILIR YANG TERLUPAKAN

Oleh: Salis Aprilian Senior Advisor Indonesian Gas Society (IGS) Dalam pembahasan Rancangan...