Home MIGAS Sofyano Zakaria: Antrean BBM di Bali Harus Jadi Peringatan, Perang Global hingga Penyelewengan Subsidi Perlu Diwaspadai
MIGAS

Sofyano Zakaria: Antrean BBM di Bali Harus Jadi Peringatan, Perang Global hingga Penyelewengan Subsidi Perlu Diwaspadai

Share
Antrean kendaraan di SPBU Bali untuk pengisian BBM Pertamina.
Share

Jakarta, situsenergi.com

Antrian kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya di Bali, menjadi peringatan bahwa ketahanan energi Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah dan Pertamina diminta tidak hanya mengatasi antrean di lapangan, tetapi juga membenahi persoalan distribusi, pengawasan BBM bersubsidi, dan kesiapan menghadapi gejolak energi global.

Pengamat Kebijakan Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai persoalan antrean BBM tidak bisa dilihat hanya sebagai masalah distribusi. Menurutnya, sejumlah faktor harus diperiksa secara bersamaan, mulai dari tekanan harga minyak dunia, pelemahan rupiah, hambatan transportasi, hingga potensi penyelewengan BBM bersubsidi.

“Antrean BBM harus menjadi peringatan serius. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia ketika dibutuhkan. Karena itu, pemerintah dan Pertamina harus memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif sekaligus mengidentifikasi akar persoalannya,” ujar Sofyano.

Terkait kondisi di Bali, upaya Pertamina memperkuat pasokan dan pelayanan, termasuk melalui layanan Pertamina Delivery Service serta pengaturan pembelian di lokasi tertentu, dinilai perlu dievaluasi berdasarkan hasil nyata di lapangan. Menurut Sofyano, informasi mengenai stok, jadwal kedatangan kapal, dan distribusi BBM ke SPBU harus disampaikan secara transparan agar masyarakat tidak diliputi ketidakpastian.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, Israel, dan Iran telah meningkatkan risiko terhadap perdagangan energi internasional. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis pengangkutan minyak dunia, dapat memicu kenaikan harga minyak mentah, produk BBM, biaya pengiriman, dan asuransi kapal.

Dampaknya tidak hanya dirasakan Indonesia. Negara-negara lain juga menghadapi tekanan harga energi dan risiko gangguan pasokan. Namun, Sofyano menegaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak otomatis menjelaskan seluruh antrean di SPBU. Penyebab operasional di setiap daerah tetap harus diperiksa berdasarkan data.

“Ketika harga minyak dunia tinggi dan rupiah melemah, biaya pengadaan BBM impor semakin berat. Pemerintah harus menjaga kemampuan pembiayaan pasokan, termasuk memastikan pembayaran subsidi dan kompensasi kepada Pertamina sesuai ketentuan dan tepat waktu,” katanya.

Sofyano menambahkan, faktor alam juga dapat menghambat distribusi BBM. Kemarau, surutnya sungai, serta cuaca buruk di laut berpotensi mengganggu perjalanan kapal pengangkut BBM, terutama menuju daerah yang sangat bergantung pada jalur distribusi tertentu. Karena itu, pembangunan terminal penyimpanan dan penyediaan jalur distribusi alternatif dinilai penting.

Persoalan lain yang disorot adalah disparitas harga Pertalite dan Solar bersubsidi dengan Pertamax dan Pertamina Dex. Selisih harga yang lebar dapat menciptakan insentif bagi praktik penyelewengan.

Menurut Sofyano, penegakan hukum harus menyasar seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk pemodal dan pengendali jaringan. Pemerintah juga perlu menetapkan kriteria penerima subsidi secara jelas, disertai mekanisme pengawasan dan sanksi yang tegas.

“Selama aturan mengenai siapa yang berhak mendapatkan BBM subsidi tidak jelas dan penindakan tidak memberikan efek jera, penyelewengan akan terus berpotensi terjadi. Subsidi harus melindungi masyarakat yang berhak, bukan menjadi sumber keuntungan bagi oknum,” tegasnya.

Sofyano meminta Pertamina memperkuat mitigasi gangguan pasokan, sementara pemerintah meningkatkan pengawasan distribusi, menjamin kepastian pembayaran kewajiban penugasan, dan memperbaiki tata kelola subsidi.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

“Ketahanan energi bukan sekadar memastikan stok tersedia di atas kertas. BBM harus benar-benar sampai kepada masyarakat, dengan distribusi yang lancar dan subsidi yang tepat sasaran,” tutup Sofyano. (Ebs)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tiga UMKM Binaan Pertamina Raih Penghargaan, Produk Lokal Kini Bidik Pasar Dunia

Tangerang, Situsenergi.com Tiga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina...

Antrean BBM Bali Mulai Terurai! Pertamina Perkuat Layanan, Ganjil-Genap Diberlakukan

Denpasar, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan BBM di SPBU...

BBM Bali Dikebut! Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok Naik Jadi 48 Juta Liter

Denpasar, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah pemulihan distribusi bahan bakar minyak...

UMKM Binaan Pertamina Tembus 3 Negara, Potensi Transaksi Capai Rp3,28 Miliar!

Tangerang, Situsenergi.com Mitra binaan PT Pertamina (Persero) mencatat peluang besar di pasar...