Home MIGAS 65 Cekungan Migas RI Belum Tersentuh, Alarm Ketahanan Energi Makin Nyaring
MIGAS

65 Cekungan Migas RI Belum Tersentuh, Alarm Ketahanan Energi Makin Nyaring

Share
Sokoguru Policy Forum membahas eksplorasi migas Indonesia dan ketahanan energi nasional
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Indonesia masih menyimpan peluang besar untuk menemukan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Namun, tantangan eksplorasi, ketidakpastian regulasi, dan tingginya risiko investasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani demi memperkuat ketahanan energi nasional.

Fakta tersebut mengemuka dalam Sokoguru Policy Forum bertema “Darurat Eksplorasi, Mutlaknya Kolaborasi Mendukung Ketahanan Energi Nasional” di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Forum ini kemudian menjadi pijakan bagi Sokoguru Policy Series sebagai ruang kolaborasi regulator, praktisi, akademisi, dan pengamat energi untuk mendorong percepatan eksplorasi migas.

Salah satu sorotan utama datang dari Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikki Rahmat Firdaus. Ia mengungkapkan bahwa 65 dari 128 cekungan migas di Indonesia belum menjalani eksplorasi.

“Dengan itu, SKK Migas meluncurkan kampanye basin to barrel untuk mengakselerasi kegiatan eksplorasi pada cekungan-cekungan dengan memberikan berbagai kemudahan,” ucap Rikki.

Pertamina Dorong Penemuan Cadangan Migas Raksasa

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Raden Adjeng Sondaryani, menilai Indonesia membutuhkan terobosan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan migas. Langkah tersebut dapat mencakup eksplorasi wilayah frontier, perairan laut dalam atau deep water, hingga pencarian lapangan migas berkapasitas besar atau giant fields.

“Diharapkan dengan temuan ini dapat mendukung swasembada energi dan meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi di dalam negeri yang sejalan dengan program Asta Cita Bapak Presiden RI,” ujar Adjeng.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, juga menyoroti tantangan sektor hulu migas, terutama penurunan produksi sumur dan realisasi pengeboran eksplorasi yang masih di bawah target.

“Perlu kolaborasi untuk akselerasi kegiatan eksplorasi antara regulator, auditor negara, praktisi hukum, pelaku usaha, dan akademisi,” tegas Agung.

Regulasi dan Investasi Jadi Kunci

Koordinator Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha, mengingatkan bahwa posisi ASEAN sebagai pengekspor bahan bakar fosil semakin lemah, sementara kebutuhan impor minyak terus meningkat.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

“KEN memberikan arah kebijakan guna terciptanya kemandirian dan ketahanan energi nasional, serta pemenuhan komitmen dekarbonisasi,” ujar Satya.

Ia menilai Indonesia perlu mempercepat eksplorasi, menemukan cadangan baru, mengoptimalkan produksi minyak, serta mengembangkan lapangan gas dan infrastruktur pendukung.

Dari sisi pelaku usaha, VP Supply Chain Management and Procurement Searah Muara Bakau, Teddy Wahyu Rahmanto, menekankan pentingnya eksplorasi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas.

“Karena tanpa eksplorasi yang kuat, tidak akan ada produksi yang sustainable,” tutur Teddy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyoroti hambatan berupa rumitnya perizinan, ketidakpastian regulasi dan fiskal, serta tingginya risiko teknis dan keekonomian.

Ia mendorong percepatan penyelesaian Undang-Undang Migas, fleksibilitas fiskal, penyederhanaan perizinan, dan perlindungan hukum atas keputusan bisnis yang diambil dengan itikad baik.

Kepala SKK Migas periode 2014–2018, Amien Sunaryadi, turut menyoroti ketakutan dalam pengambilan keputusan sebagai salah satu faktor yang menghambat eksplorasi agresif. Menurutnya, perlindungan terhadap keputusan bisnis perlu berjalan seiring dengan upaya pemberantasan korupsi.

Melalui Sokoguru Policy Series, para pemangku kepentingan berharap kolaborasi dan pembenahan kebijakan dapat mempercepat penemuan cadangan baru, menjaga kesinambungan produksi, mengurangi kerentanan pasokan, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BBM Subsidi Bali Diawasi Ketat, Pertamina Ingatkan Ancaman Penjara 6 Tahun!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM)...

FSPPB Dan PP Muhammadiyah Dukung Pertamina Jadi BUK Migas

Jakarta, Situsenergi.com Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) 2026...

Bali Dikebut Pulih! Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM dan 60 SPBU 24 Jam

Denpasar, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga menggenjot pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM)...

Pertamina Bor Cari Migas di Kalimantan Utara, Sumur Tingkilan-001 Dibidik Tembus 1.574 Meter

Mangkupadi, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai...