Jakarta, Situsenergi.com
Sumur lama milik PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menghasilkan kejutan. Setelah menjalani workover, sumur BNG-039 di Lapangan Adera, Sumatera Selatan, mencatat produksi kondensat jauh di atas target awal.
Uji coba sumur tersebut menghasilkan kondensat 96 BCPD. Angka itu mencapai sekitar 266% dari target produksi yang sebelumnya ditetapkan sebesar 36 BOPD.
Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan kabar tersebut melalui laporan Good News di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Workover 18 Hari, Sumur Langsung Produksi
PEP Zona 4 melakukan workover terhadap sumur BNG-039 mulai 6 September 2026. Pekerjaan tersebut rampung pada 23 September 2026.
Menurut Djoko, keberhasilan tersebut menghidupkan kembali idle well atau sumur yang sebelumnya tidak berproduksi.
“Alhamdulillah, dengan cara melakukan workover sumur BNG-038 berhasil mendapatkan minyak dan gas lebih dari 200 persen dari target,” kata Djoko Siswanto kepada media massa.
Setelah pekerjaan selesai, sumur BNG-039 langsung masuk tahap Production on Production (PoP). Artinya, sumur tersebut tidak membutuhkan waktu panjang untuk kembali menghasilkan produksi.
Gas Malah Meledak 3.000%
Bukan hanya produksi minyak yang melampaui ekspektasi. BNG-039 juga mencatat produksi gas yang jauh lebih tinggi dibandingkan target awal.
Produksi gas sumur tersebut mencapai 1,5 MMSCFD. Angka itu setara sekitar 3.000% dari target awal sebesar 0,05 MMSCFD.
Secara teknis, produksi BNG-039 berasal dari lapisan P2c pada kedalaman 1.941 hingga 1.942,5 meter.
Biaya Cuma 56% dari Anggaran
Keberhasilan mengaktifkan kembali sumur BNG-039 juga mencatat efisiensi dari sisi biaya. PEP Zona 4 menggunakan Rig GJE-05 dengan kapasitas 450 HP dalam pekerjaan tersebut.
Berdasarkan field estimate cost, biaya pekerjaan diperkirakan mencapai US$420.692. Nilai tersebut hanya sekitar 56% dari rencana anggaran US$737.993,66 yang sebelumnya mendapat persetujuan SKK Migas.
Capaian tersebut membuat Djoko berharap pola serupa dapat diterapkan pada sumur-sumur tua lainnya.
“Semoga saja sumur-sumur serupa lainnya dapat melampaui target. Aamiin,” ujar Djoko.

Keberhasilan BNG-039 sekaligus menunjukkan potensi produksi dari sumur lama ketika mendapat penanganan melalui pekerjaan workover. Selain mengembalikan produksi, pekerjaan tersebut mencatat capaian produksi minyak dan gas di atas target serta penggunaan biaya yang lebih rendah dari rencana. (MK/GIT)
Leave a comment