BALIKPAPAN, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil mengerek produksi dari Sumur Sepinggan V-7 hingga 710 barel minyak per hari (BOPD). Angka tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat target yang sebelumnya ditetapkan.
Tak hanya minyak, sumur tersebut juga menghasilkan sekitar 0,8 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Capaian itu melampaui target awal sebesar 0,5 MMSCFD.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sumur migas yang sudah berumur panjang masih menyimpan peluang produksi. PHKT mengoptimalkan aset existing dengan membuka kembali akses menuju zona potensial yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal.
General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan strategi optimalisasi sumur existing menjadi bagian penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan produksi migas.

“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature,” ujar Darmapala.
Sumur V-7 Dibuka Lagi, Produksi Langsung Melampaui Target
PHKT memulai proyek ini dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki terbuka, perusahaan melanjutkan pekerjaan workover (WO) dan perforasi pindah lapisan.

Langkah tersebut kemudian memberikan respons positif. Berdasarkan pengujian produksi pada 1 September 2026, Sumur Sepinggan V-7 mencatatkan hasil di atas perkiraan awal.
Darmapala menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa aset mature masih dapat memberikan tambahan produksi jika perusahaan memilih strategi yang tepat.

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” katanya.
SKK Migas Dorong Optimalisasi Sumur Existing
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri turut mengapresiasi pencapaian PHKT. Menurutnya, keberhasilan Sumur Sepinggan V-7 memperlihatkan peluang peningkatan produksi dari aset yang sudah tersedia.
“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto.
Ia berharap keberhasilan tersebut mendorong PHKT untuk terus menggali peluang produksi dari aset existing, terutama di wilayah Kalimantan.

Ke depan, PHKT terus mengandalkan teknologi, keahlian teknis, dan kolaborasi lintas fungsi untuk membuka potensi produksi. Perusahaan juga melanjutkan investasi eksploitasi untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery rate, serta menjaga keberlanjutan produksi migas. ***
Leave a comment