Prabumulih, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi 27.500 barel minyak per hari (BOPD) dan 506 MMSCFD gas sepanjang semester I 2026. Perusahaan juga merealisasikan 27 pengeboran sumur pengembangan yang menghasilkan tambahan produksi minyak 1.549 BOPD atau 125 persen dari target year to date (YTD).
Untuk menjaga produksi di lapangan migas yang telah memasuki fase mature, PHR Zona 4 menerapkan sejumlah strategi, mulai dari step out drilling hingga dual completion. Perusahaan menargetkan 100 pengeboran pengembangan pada 2026 dengan tambahan produksi minyak mencapai 4.479 BOPD.
General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto mengatakan setiap pengeboran tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga membuka peluang cadangan baru. “Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang,” ujarnya.

Selain pengeboran, PHR Zona 4 memperkuat perawatan sumur eksisting untuk menekan penurunan produksi alami. Pimpinan setiap field ditugaskan menjaga natural decline di kisaran 15-20 persen melalui peningkatan kinerja artificial lift dan fasilitas produksi.
PHR Zona 4 juga memperkuat budaya HSSE dengan menerapkan Stop Work Authority (SWA) dan melibatkan pekerja lini terdepan dalam safety briefing. “HSSE itu investasi, bukan hambatan dalam operasi. Kami menemukan peningkatan kedisiplinan HSSE di Zona 4 justru beriringan dengan peningkatan produksi,” kata Djudjuwanto. (***)
Leave a comment