Jakarta, situsnergi.com
Program PFPreneur 2026 menghadirkan kisah inspiratif perempuan pelaku UMKM yang sukses mengembangkan usaha sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia.
Dari lebih dari 8.000 pendaftar di seluruh Indonesia, program ini memilih 350 peserta terbaik. Dua di antaranya mendapat apresiasi khusus, yakni Shaskia Yasmin dari Genah sebagai penerima penghargaan Produk Ramah Lingkungan dan Jihan Astriningtias dari JJC Rumah Jahit dengan Nilai Tertinggi Kurasi Program.
Shaskia mengaku tidak menyangka bisa meraih penghargaan tersebut. Sebagai generasi kedua pengelola Genah, ia fokus mengembangkan suvenir berbasis kain Indonesia sejak mengambil alih usaha keluarga pada 2022.
“Kami ingin mengangkat cerita-cerita dari kain Indonesia menjadi produk suvenir yang bisa digunakan secara personal maupun korporasi,” ujar Shaskia.
Sementara itu, Jihan Astriningtias berhasil membawa JJC Rumah Jahit bangkit setelah mengalami penurunan bisnis saat pandemi. Pada 2023, ia mulai memperkuat legalitas usaha, mengurus hak kekayaan intelektual, dan memperluas produk hingga menghadirkan lini busana ready-to-wear berbahan tenun Troso dari Jepara.
Jihan juga menggandeng perajin lokal untuk mengolah kain sisa produksi menjadi motif bordir yang terinspirasi budaya dan lanskap Jakarta.

“Kami bekerja sama dengan para pengrajin di Troso. Kain-kain sisa produksi kami olah kembali menjadi motif bordir yang terinspirasi dari budaya dan lanskap Jakarta,” katanya.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan PFPreneur merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui Pertamina Foundation.
“Program pemberdayaan merupakan salah satu program CSR Pertamina untuk melahirkan local hero yang dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar Baron.

Menurutnya, program tersebut menjadi ruang belajar sekaligus dukungan bagi perempuan pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnis secara lebih terarah dan berkelanjutan. (*)
Leave a comment