Jakarta, situsenergi.com
PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat strategi bisnis dengan menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama menghadapi transformasi industri energi. Langkah ini menjadi kunci menjaga daya saing sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan.
Direktur SDM dan Umum Elnusa, Hera Handayani, menegaskan kesiapan SDM menjadi faktor penentu dalam mengoptimalkan teknologi dan inovasi.
“Transformasi yang kami dorong tidak hanya bertumpu pada teknologi dan inovasi, tetapi juga pada kesiapan SDM yang mampu mengoptimalkan keduanya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa menjalankan peran penting dalam mendukung operasional hulu migas nasional. Karena itu, perusahaan memastikan kompetensi SDM terus berkembang agar mampu merespons perubahan industri secara cepat.
Elnusa menerapkan pendekatan blended learning berbasis prinsip 70:20:10, yang menggabungkan pengalaman kerja langsung, coaching dan mentoring, serta pembelajaran formal. Selain itu, perusahaan menghadirkan program technical competency berbasis academy seperti Wireline School dan Drilling Support Services School.

Program tersebut dirancang end-to-end, mulai dari pemetaan kebutuhan kompetensi hingga sertifikasi, guna memastikan standar kapabilitas yang konsisten di seluruh lini bisnis, termasuk upstream, distribusi energi, hingga jasa pendukung.
Di sisi kepemimpinan, Elnusa juga mengembangkan Elnusa Leader Development Program (ELDP) untuk mencetak pemimpin adaptif yang mampu mengambil keputusan strategis di tengah ketidakpastian.
“Pengembangan SDM di Elnusa kami tempatkan sebagai investasi strategis, bukan sekadar program pendukung,” tegas Hera.

Ke depan, Elnusa akan memperkuat ekosistem kompetensi terintegrasi guna memastikan talenta perusahaan tetap kompetitif, adaptif, dan siap mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang. (*)
Leave a comment