Home Uncategorized PHR Borong Penghargaan SKK Migas 2026, Empat Proyek Ini Jadi Kunci Ketahanan Energi
Uncategorized

PHR Borong Penghargaan SKK Migas 2026, Empat Proyek Ini Jadi Kunci Ketahanan Energi

Share
Empat proyek unggulan PHR meraih penghargaan SKK Migas 2026. Inovasi teknologi dan efisiensi jadi kunci ketahanan energi nasional.
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencuri perhatian di sektor migas nasional. Empat proyek andalannya meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Rapat Kerja Manajemen Proyek 2026 yang digelar SKK Migas di Bogor. Pencapaian ini memperkuat peran PHR dalam menjaga pasokan energi Indonesia tetap stabil.

Salah satu sorotan utama datang dari proyek CEOR Minas A. Proyek ini menjadi injeksi ASP komersial pertama di Indonesia dan sukses meraih kategori Onstream Ahead of POD. Teknologi tersebut membuka peluang peningkatan recovery factor hingga 17 persen sekaligus memperpanjang masa produksi lapangan migas utama.

Selain itu, Program Well Connection menunjukkan performa luar biasa. Sepanjang 2025, tim berhasil menghubungkan 605 sumur, melampaui target awal 555 sumur. Capaian ini membuat proyek tersebut meraih penghargaan Best of Project Planning & Coordinating. Optimalisasi desain serta percepatan Plan of Operation (POP) hingga 2–3 hari membantu menjaga kesinambungan produksi di Wilayah Kerja Rokan.

Efisiensi juga menjadi kunci keberhasilan proyek ASR Paket 1 dan 2. Proyek ini meraih predikat Most Cost-Efficient ASR berkat pemanfaatan digitalisasi data dan strategi eksekusi kampanye yang tepat. Langkah ini memastikan seluruh kewajiban pasca operasi berjalan efektif tanpa mengorbankan efisiensi biaya.

Sementara itu, proyek PoPE Padang Pancuran berhasil mempercepat fase onstream melalui strategi early procurement dan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia. Pendekatan ini membantu mempercepat kontribusi produksi dari lapangan tersebut.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia mengatakan, “Seluruh proyek terintegrasi untuk memastikan energi tetap tersedia bagi Indonesia.”

Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa strategi teknologi, efisiensi operasional, dan percepatan eksekusi proyek mampu menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Regional 1 Sabet Penghargaan Tertinggi Berkat Program CSR Berkelanjutan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 meraih penghargaan Best...

Groundbreaking Masela Jadi Sinyal Positif Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com Groundbreaking proyek LNG Abadi Masela yang dilakukan beberapa waktu lalu...

Produksi Migas PHE Capai 935 Ribu BOEPD, Cadangan Baru Bertambah pada Semester I 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi migas sebesar 935...

BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya

Oleh : Gunawan Adji* “Mengapa sebuah proyek strategis nasional dapat tertunda selama...