Home MIGAS Kinerja Moncer! Pendapatan PGE Melampaui Target, Tembus USD318,86 Juta hingga September 2025
MIGAS

Kinerja Moncer! Pendapatan PGE Melampaui Target, Tembus USD318,86 Juta hingga September 2025

Share
​Pendapatan Pertamina Geothermal Energy (PGE) melonjak hingga September 2025. Perusahaan catat laba bersih $104,26 juta dan targetkan 1 GW dalam 3 tahun ke depan.
Share

Jakarta, situsenergi.com

​PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat kinerja positif hingga kuartal III 2025. Perusahaan energi panas bumi ini membukukan pendapatan fantastis, mencapai USD318,86 juta. Angka ini bahkan melampaui target yang mereka tetapkan, yaitu USD314,30 juta.

​Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, menjelaskan realisasi pendapatan ini tumbuh signifikan 4,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
​PLTP Lumut Balai Unit 2 Jadi Penopang Utama Kinerja

​Kinerja cemerlang ini ditopang penuh oleh mulai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2. PLTP berkapasitas 55 megawatt (MW) tersebut beroperasi penuh sejak Juni 2025. Penambahan kapasitas ini menjadi faktor utama peningkatan kinerja keuangan PGE tahun ini.

​”Hasil positif ini menjadi semangat kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mempercepat transisi nasional menuju energi bersih,” ujar Yurizki, Rabu (29/10/2025).

​Secara konsolidasi hingga 30 September 2025, PGE juga mencatatkan angka-angka solid:

  • ​Laba bersih mencapai USD104,26 juta.
    ​EBITDA menyentuh USD248,97 juta.
  • ​Total aset perusahaan sebesar USD2,96 miliar.
  • ​Kas dan setara kas berada di posisi USD628,12 juta.

​PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi 1 GW dan Kembangkan Green Hydrogen
​Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan komitmen perusahaan memperluas kapasitas energi panas bumi nasional. PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

​”Oleh karena itu, kami terus menatap ke depan untuk mewujudkan target 1,8 GW pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” tegas Julfi.
​Lebih lanjut, PGE menyiapkan fondasi pengembangan ekosistem green hydrogen. Perusahaan baru saja meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu pada September 2025. Upaya ini merupakan bagian dari strategi “beyond electricity” PGE, untuk mengembangkan peluang bisnis panas bumi di luar sektor kelistrikan, seperti green ammonia dan green methanol. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bali Dikebut Pulih! Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM dan 60 SPBU 24 Jam

Denpasar, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga menggenjot pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM)...

Pertamina Bor Cari Migas di Kalimantan Utara, Sumur Tingkilan-001 Dibidik Tembus 1.574 Meter

Mangkupadi, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai...

Pertamina dan Transjakarta Bidik Bus Hidrogen, Dua Unit Ditargetkan Mengaspal pada 2028!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menjajaki pengembangan...

Pertamina Lirik Limbah Lemak Jadi Bahan Bakar Pesawat, Gandeng PAL Jaya!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) mulai menjajaki peluang mengubah limbah lemak menjadi sumber...