Home MIGAS FSPPB : Pembusukan Nama Pertamina Adalah Upaya Kapitalis Global Kuasai Energi Indonesia
MIGAS

FSPPB : Pembusukan Nama Pertamina Adalah Upaya Kapitalis Global Kuasai Energi Indonesia

Share
FSPPB : Pembusukan Nama Pertamina Adalah Upaya Kapitalis Global Kuasai Energi Indonesia
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor energi. Ia menyatakan FSPPB akan berada di garda terdepan melawan segala bentuk upaya yang berpotensi melemahkan atau mengkerdilkan peran Pertamina.

Menurut Arie, serangan terhadap Pertamina kini semakin masif dan terstruktur. Ia menilai, berbagai tudingan negatif seperti pelayanan buruk, produk tidak sesuai standar, hingga isu korupsi merupakan bagian dari skenario global untuk merusak reputasi Pertamina sebagai tulang punggung energi nasional.

“Kita sedang memasuki era pembusukan nama Pertamina. Di media sosial, banyak narasi yang menuding Pertamina sarang korupsi dan dikelola secara buruk. Ini bukan kritik, melainkan upaya kapitalis global untuk menguasai energi Indonesia,” ujarnya dalam FGD bertajuk “Reintegrasi Pertamina & Isu Energi Nasional 2025” di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Arie menegaskan, sejak awal berdirinya Republik Indonesia, Pertamina telah menjadi penopang utama perekonomian nasional. Pada masa awal kemerdekaan, sekitar 70 persen APBN bersumber dari pendapatan sektor migas yang dikelola Pertamina. “Pertamina bukan sekadar perusahaan negara, tetapi bagian dari sejarah perjuangan bangsa ini. Dari energi inilah pembangunan nasional dimulai,” kata Arie.

Ia juga menyoroti kebijakan liberalisasi energi pascareformasi yang membuat posisi Pertamina semakin terdesak di tengah mekanisme pasar bebas. Tekanan dari lembaga internasional seperti IMF sejak krisis moneter, menurutnya, telah memaksa Pertamina bersaing di pasar global. Akibatnya, harga BBM di dalam negeri mengikuti harga pasar dan menambah beban subsidi pemerintah.

Karena itu, FSPPB menyerukan agar pengelolaan energi nasional kembali berpijak pada semangat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 ayat (2) dan (3). Dalam forum yang sama, FSPPB juga menginisiasi pembentukan aliansi lintas elemen untuk memperkuat gerakan penyelamatan Pertamina dan kedaulatan energi nasional.

“Perjuangan ini mungkin kecil, tetapi jika seluruh elemen bersatu seperti semangat Sumpah Pemuda, kita bisa melawan arus liberalisasi ini,” tegas Arie.

Ia menutup dengan ajakan agar seluruh masyarakat ikut menjaga Pertamina sebagai simbol kemandirian bangsa. “Menyelamatkan Pertamina berarti menyelamatkan masa depan Indonesia. Ini bukan sekadar slogan, tapi panggilan untuk melindungi generasi mendatang dari ketergantungan energi asing,” tutupnya. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHE Borong Efisiensi USD635 Juta, Lampaui Target dan Jadi Juara Optimus 2025

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat lonjakan efisiensi fantastis sepanjang...

Pertamina Goes to Campus 2026 Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Berangkat ke Luar Negeri Gratis

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) kembali menggelar program Pertamina Goes to Campus...

Dua Srikandi Pertamina NRE Raih Penghargaan Dewi BUMN 2026, Bukti Perempuan Makin Dominan di Energi Hijau

Jakarta, situsenergi.com Kiprah perempuan di sektor energi baru terbarukan kembali mendapat sorotan....

Laba Naik di Tengah Fluktuasi Industri, PTC Gaspol Transformasi Bisnis dan Borong 19 Penghargaan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Training and Consulting (PTC) menunjukkan ketangguhannya di tengah...