Home MIGAS Solusi Air Bersih di NTT: Upaya Pertamina dan Pemerintah Atasi Kekeringan
MIGAS

Solusi Air Bersih di NTT: Upaya Pertamina dan Pemerintah Atasi Kekeringan

Share
Solusi Air Bersih di NTT: Upaya Pertamina dan Pemerintah Atasi Kekeringan
Share

NTT, Situsenergi.com

Kekeringan masih menjadi tantangan besar bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tahun 2023, delapan kabupaten mengalami dampak langsung kekeringan, sementara 14 wilayah lainnya dalam status siaga. Bahkan, 225 dari 309 kecamatan ditetapkan dalam kondisi siaga kekeringan. Akibatnya, warga harus menempuh jarak 6 hingga 10 kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih dengan harga Rp2.500 per 20 liter.

Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Desa Tanaduen, Kangae, Kabupaten Sikka. Kepala Desa Tanaduen, Paulus Johnson Aritos, mengungkapkan bahwa akses air bersih menjadi permasalahan utama bagi masyarakatnya.

“Kami terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Akses air sangat penting, bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan, sanitasi, dan produktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/3/2025).

Menjawab permasalahan ini, Pemerintah Daerah bersama PT Pertamina (Persero) mengambil langkah konkret di akhir 2024 dengan membangun infrastruktur air bersih. Fasilitas yang dibangun meliputi pengeboran sumur, pemasangan pompa, tempat penyimpanan air berkapasitas 4.600 liter, sistem filterisasi, kelistrikan, serta jaringan distribusi ke rumah-rumah warga.

Fasilitas ini diserahkan kepada desa sebagai aset yang dapat dikelola untuk kepentingan masyarakat. Selain memastikan ketersediaan air bersih, infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi biaya pengadaan air, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi warga.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina dalam menyediakan akses air bersih yang berkelanjutan, sesuai dengan poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pada 2024, Pertamina telah membangun 131 titik sanitasi air bersih di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat Daya.

“Pertamina tidak hanya fokus pada sektor energi, tetapi juga berkontribusi dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Program sanitasi air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fadjar.

Dalam momentum Hari Air Sedunia 2025, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui akses air bersih. Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina terus mendorong program berkelanjutan guna mencapai Net Zero Emission 2060 dan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

RFCC Complex Jadi Game Changer RDMP Balikpapan, BBM Euro 5 Siap Mengalir

Jakarta, situsenergi.com Modernisasi Kilang Balikpapan masuk fase krusial. Fasilitas Residual Fluid Catalytic...

Hilirisasi Batu Bara Digeber! Pertamina–MIND ID Siapkan DME Pengganti LPG Impor

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

RDMP Balikpapan Dikebut! Proyek Rp123 T Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menggeber Proyek Refinery Development Master Plan...

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...