Home ENERGI RI Pastikan Jawa – Sumatera Tersambung Pipa Transmisi Gas Bumi
ENERGI

RI Pastikan Jawa – Sumatera Tersambung Pipa Transmisi Gas Bumi

Share
Kementrian ESDM: Potensi  Resources-nya Besar, PGN Perlu Lakukan Terobosan Teknologi Penyaluran Gas
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pemerintah berupaya menyambungkan infrastruktur gas dari ujung timur Pulau Jawa hingga ujung barat Sumatera.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyampaikan pemerintah tengah membangun interkoneksi pipa transmisi gas bumi dari Jawa Timur hingga ke Aceh, menyusul penemuan potensi gas yang besar di beberapa lokasi di Indonesia bagian barat dan tengah, seperti di wilayah Andaman di perairan Aceh, serta Blok Agung I dan Agung II di utara pulau Bali dan Lombok.

“Menyadari bahwa potensi gas di Nusantara ini sangat besar. Di sebelah utara Sumatera itu telah ditemukan di Blok South Andaman, sebelumnya ada Andaman II, juga ditemukan gas yang potensinya cukup besar. Di sebelah utara Bali dan Lombok juga ditemukan resources sumber daya yang besar. Sebelah utaranya itu juga sebetulnya diidentifikasi ada juga, selain di Selat Makassar,” dalam pernyataannya dikutip, Rabu (17/01/2024).

Dikatakannya, saat ini pemerintah telah menyelesaikan pembangunan pipa ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 1 yakni Semarang-Batang sepanjang 62 kilometer (km). Kemudian akan dilanjutkan dengan tahap 2 dari Batang-Cirebon dan Cirebon-Kandanghaur sepanjang 240 km. Pembangunan Cisem Tahap 2 ini telah menyelesaikan Basic Design dan akan dilanjutkan dengan proses lelang dan pembangunan di tahun ini.

“Yang sudah diselesaikan itu ruas Semarang-Batang. Nanti akan dilanjutkan ruas Batang-Cirebon, Cirebon-Kandanghaur sepanjang 240 km. Basic Design-nya sudah selesai dan mudah-mudahan bisa selesai lelangnya, dan dimulai EPC-nya atau pembangunannya pada tahun ini dan akan diselesaikan pada akhir tahun 2025,” imbuh Tutuka.

Selain itu, pemerintah juga telah memulai proses pembangunan pipa ruas Duri-Sei Mangke di Pulau Sumatera. Saat ini, seperti disampaikan Tutuka, telah menyelesaikan proses feasibility study dan akan dilanjutkan proses administrasi untuk menuju proses lelang.

Pembangunan pipa gas terintegrasi di Pulau Jawa dan Sumatera ini tidak lain dilakukan demi kepentingan masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang murah. Dengan adanya infrastruktur gas yang memadai, maka diharapkan gas dari hasil eksplorasi saat ini bisa dimanfaatkan dengan harga yang murah ketika sampai di tangan konsumen.

“Jadi manfaatnya, diharapkan gas yang dieksplorasi saat ini bisa berharga lebih murah sampai di konsumen, termasuk untuk industri, kelistrikan, komersial, dan rumah tangga. Juga ditargetkan untuk jaringan gas yang dibangun Pemerintah maupun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” imbuh Tutuka.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Elnusa Tancap Gas di Awal 2026, Angkut BBM Tembus 7 Juta KL

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk mencatat performa operasional positif sepanjang kuartal I...

Bahlil Rombak Struktur ESDM, 19 Pejabat Tinggi Langsung Dilantik

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merombak...

Prabowo Pasang Target Swasembada Energi 2029, Impor BBM Siap Dipangkas Lebih Cepat?

Jakarta, situsenergi.com Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius: swasembada energi nasional...