Home MIGAS Progres Pembangunan On Track, Terminal LPG Tuban Siap Perkuat 40% Pasokan Nasional
MIGAS

Progres Pembangunan On Track, Terminal LPG Tuban Siap Perkuat 40% Pasokan Nasional

Share
Share

Tuban, Situsenergi.com

PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated Jatim – Tuban berjalan sesuai dengan target atau on track.

Tahap pertama proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated Jatim – Tuban, telah rampung akhir tahun lalu. Terminal LPG yang termasuk dalam proyek strategis Pertamina ini tengah memasuki pembangunan tahap dua, dan siap untuk memasok 40% pasokan LPG nasional di 2026 mendatang.

CEO PIS Yoki Firnandi memaparkan proyek Terminal LPG Tuban dikelola anak usaha PIS, yakni PT Pertamina Energy Terminal (PET) yang diberikan mandat untuk mengelola terminal-terminal energi strategis di Indonesia.

“Salah satunya adalah terminal LPG Tuban, yang ke depannya memegang peranan besar dalam ketahanan energi karena akan melayani sebanyak 40% permintaan LPG nasional khususnya untuk area Indonesia bagian timur,” ujar Yoki Firnandi, Selasa (19/9).

Progres pembangunan terminal, kata Yoki, bahkan lebih cepat dari target. Terminal dengan kapasitas mencapai 93.000 MT dibangun dengan bertahap, di mana tahap pertama berlangsung di 2019 hingga akhir tahun lalu untuk proses persiapan lahan dan tangki.

Dilanjutkan ke tahap 2 yang dimulai sejak Februari lalu, dengan skema kerja sama operasi (KSO) bersama dengan PT Wijaya Karya dan PT JGC Indonesia untuk pembangunan terminal sisi darat dan dermaga.

Terminal LPG ini akan menjadi hub suplai LPG ke wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi, menggantikan peran 2 unit Very Large Gas Carrier (VLGC) yang saat ini difungsikan sebagai floating storage.

“Dengan beroperasinya terminal LPG Tuban ini tentunya distribusi energi akan lebih efisien dan lebih menjamin safety dan pasokan yang lebih terjamin,” ujar Yoki.

PIS

Tidak hanya itu, pembangunan terminal ini juga tercatat menyerap tenaga kerja hingga sebanyak 1142 orang selama proyek berlangsung, serta penyerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) proyek ini sebesar 33.23%.

Kehadiran infrastruktur strategis ini, ditambah dengan penyerapan tenaga kerja dan optimalisasi TKDN dalam pembangunannya membantu menggerakkan perekenomian nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak peringkat daya saing Indonesia dalam Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Index dari peringkat 44 ke peringkat 34 pada tahun 2022. [eb]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kontrak PSC WK Lavender Diteken, PHE Perkuat Produksi Migas dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sulawesi Lavender resmi menandatangani Kontrak...

Elnusa Kantongi Sertifikat ISO 22301, Strategi Jaga Operasi di Tengah Risiko Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk memperkuat ketahanan bisnis dengan meraih sertifikasi Business...

SAF Pertamina Tembus 45 Ribu Barrel, Kilang Cilacap Jadi Motor Energi Penerbangan Hijau

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Patra Niaga mulai mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan...

Pasokan Energi NTB Aman, Kapal Pertamina Bawa 6.000 KL BBM ke Ampenan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di wilayah Nusa...