Home MIGAS Lemhannas: Indonesia Butuh Inovasi untuk Pertinggi Kapasitas Ekonomi Hijau
MIGAS

Lemhannas: Indonesia Butuh Inovasi untuk Pertinggi Kapasitas Ekonomi Hijau

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan beberapa hal maupun inovasi untuk mempertinggi kapasitas ekonomi hijau. Pasalnya, kapasitas Indonesia untuk melakukan transisi energi hijau relatif berada di skala menengah.

Hal ini disampaikan Andi saat Konferensi Pers Pernyataan Akhir Tahun 2022 Gubernur Lemhannas RI di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

“Di situ yang dibutuhkan adalah sesegera mungkin Indonesia siapkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi baru, teknologi hijau, kita juga butuh perubahan paradigma besar tentang bagaimana transisi energi itu dilakukan,” katanya.

Menurut Andi, Indonesia juga memiliki peluang yang semakin nyata dalam transisi energi hijau, di mana investor global tertarik untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia sehingga dapat menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi dan transformasi Indonesia ke depan.

“Kami pernah menyarankan agar PLN dan Pertamina menjadikan paradigma energi hijau sebagai visi-misi utama korporasi energi terbesar di Indonesia,” kata Andi.

Lebih jauh Andi menyebutkan, selain ekonomi hijau banyak peluang juga yang harus dilakukan Indonesia untuk meningkatkan indeks kesehatan lautan, yang menjadi salah satu kajian Lemhannas terkait ekonomi biru.

“Paradigma utama dari ekonomi biru yang sedang dikembangkan, yang kami amati adalah ocean health, kesehatan samudra atau kesehatan lautan, di mana lagi-lagi skor Indonesia masih berada di skala menengah,” tukasnya.

Andi juga menegaskan, bahwa tumpuan persoalan energi biru berada pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membuat agar pembangunan infrastruktur biru yang terkait industri perikanan dengan konservasi bisa berjalan beriringan.

“Antara lain dengan menyeimbangkan antara upaya membangun industri biru dengan upaya-upaya untuk tetap menjaga konservasi dari laut dan samudra kita,” ucapnya.

Menurut Andi, Lemhannas secara keseluruhan telah berhasil menghasilkan 42 kajian atau rekomendasi kebijakan pada periode 2022 dari lima topik yang diinstruksikan Presiden yakni konsolidasi demokrasi, transformasi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru dan pembangunan IKN.

“Sejak Februari hingga pertengahan Desember ini kami sudah memberikan kajian berupa rekomendasi-rekomendasi kebijakan, kalau tercatat sekarang sebanyak 42 kajian atau rekomendasi kebijakan dari lima topik yang diminta Presiden,” katanya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Zona 4 Genjot Produksi Migas, Semester I 2026 Capai 27.500 BOPD

Prabumulih, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi 27.500...

Pertamina Drilling Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Bidik Produksi 65 Barel Minyak per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas layanan hulu...

PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo, Kapasitas Gardu Naik Jadi 24,5 MVA untuk Dukung Produksi Migas

Libo, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan...

Batik Kubedistik Kaltara Tembus Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Makassar, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membawa Batik Kalimantan Utara...