Home MIGAS SKK Migas Optimis Kebutuhan Energi Fosil Masih Akan Terus Meningkat
MIGAS

SKK Migas Optimis Kebutuhan Energi Fosil Masih Akan Terus Meningkat

Share
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrachman
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrachman
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrachman optimistis kebutuhan energi fosil akan terus meningkat seiring pertumbuhan data beli dan jumlah populasi manusia, meski persentase energi minyak dan gas bumi akan berkurang pada bauran energi nasional.

Menurut dia, saat ini produksi minyak per hari masih belum mencukupi kebutuhan nasional yang mencapai 1,5 juta barel dan diperkirakan kebutuhan minyak di tahun 2030 bisa meningkat di atas 2 juta barel per hari.

“Untuk memenuhi kebutuhan minyak secara keseluruhan masih belum, setidaknya upaya peningkatan produksi minyak di tahun 2030 dapat mengurangi gap, sehingga mengurangi impor,” kata Fatar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/3/2022).

“Ini peran lain hulu migas dalam mendukung perekonomian agar anggaran negara dapat dipergunakan untuk membangun sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat,” terang Fatar.

Lebih lanjut ia menyampaikan data yang paling mudah dicari saat ini berbentuk digital. Transformasi oleh SKK Migas, menurutnya adalah transformasi untuk mengejar ketertinggalan produksi dengan tantangan adanya energi transisi.

“Digitalisasi sebagai enabler memegang peranan yang penting dalam upaya mencapai target 2030. Kecepatan menjadi sangat penting dengan adanya IOC yang terus diperbaharui modul-modulnya, maka proses-proses pengambilan keputusan di hulu migas bisa menjadi lebih cepat dan akurat,” papar Fatar.

Ditambahkan, SKK Migas juga menambah fitur baru analitik data pada sistem Integrated Operation Center (IOC) untuk pengelolaan data produksi dan lifting. Fatar mengatakan, penyempurnaan IOC tersebut akan membantu upaya SKK Migas dalam menangani unplanned shutdown.

“Harapannya dengan data analityc yang bisa diperoleh dari IOC dapat dilakukan upaya pencegahan sedari awal, sehingga kejadian unplanned shutdown bisa ditekan secara bertahap agar pelaksanaan produksi migas kedepannya menjadi semakin excellent,” jelasnya.

Beberapa modul baru yang SKK Migas tambahkan ke sistem IOC, di antaranya dasbor lanjutan operasi produksi, dasbor pengeboran (eksplorasi dan pembangunan), dasbor badar udara, dasbor terminal, dasbor HSE level satu, dasbor kesehatan, dasbor keamanan, dasbor keadaan darurat, dasbor lingkungan, dasbor manajemen proyek, hingga dasbor pemeliharaan fasilitas operasi.(Ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Qarrar Firhand Ukir Sejarah, Jadi Pembalap Indonesia Pertama Juara WSK Euro Series 2026

Jakarta, Situsenergi.com Pembalap muda Indonesia, Qarrar Firhand, mencatat sejarah setelah menjadi orang...

PHR Bangkitkan Tenun Srikandi Serumpun, Pengrajin Rumbai Kembali Berkarya Usai Pandemi dan Banjir

Pekanbaru, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) membantu menghidupkan kembali Kelompok Tenun...

PHI Luncurkan GEMAS, Ajak Pekerja dan Masyarakat Kurangi Polusi Plastik di Kalimantan

Balikpapan, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya...

UMiMAX Pertamina Buka Batch 2026, Targetkan 1.000 Pelaku Usaha Ultra Mikro Baru

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) kembali membuka Program UMiMAX (Ultra Mikro Pertamina...