Home MIGAS Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak, Pengamat : Wajar Subsidi Energi Ikut Naik
MIGAS

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak, Pengamat : Wajar Subsidi Energi Ikut Naik

Share
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak, Pengamat : Wajar Subsidi Energi Ikut Naik
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, memaklumi adanya kenaikan subsidi energi tahun ini. Hal itu terjadi karena missmatch antara asumsi APBN 2022 terkait harga minyak mentah dengan realita harga di pasar internasional.

Komaidi mengatakan dalam asumsi APBN 2022 harga minyak dipatok sebesar USD65per barel. Sedangkan di tingkat global harga minyak mentah dunia menembus level USD120- USD130 per barel. Artinya dari sisi pengadaan bahan baku BBM saja sudah terpaut jauh selisihnya.

Maka tak heran, lanjut Komaidi, subsidi BBM, elpiji, hingga listrik harus membengkak di bulan Februari 2022. Besarannya mencapai Rp 21,7 triliun atau 11,3 persen terhadap APBN.

“Jadi adanya kenaikan yang signifikan terkait subsidi energi ini sangat logis ketika karena bahan bakunya saja naik dua kali lipat dari APBN, bukan hanya untuk BBM tapi bahan baku primer seperti batubara juga sempat menyentuh di level tertinggi dalam sejarah hingga USD300 lebih per metrik ton,” ujar Komaidi dalam diskuai virtual, Kamis (30/3/2022).

Dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang begitu besar ini, maka menjadi beban bagi BUMN penyedia energi yaitu PT Pertamina (Persero), manakala pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga jual energi. Terlebih pemerintah masih memiliki utang kepada Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai kompensasi atas tidak adanya kenaikan tarif atau harga jual produknya.

Dijelaskan ketika nanti ada penyesuaian harga jual produk BBM seperti Pertamax, Komaidi menilai tidak akan terlalu berdampak pada inflasi. Dari sisi beban APBN, kenaikan harga jual produk Pertamax juga tidak akan terlalu berpengaruh besar terhadap pengurangan subsidi.

“Dampaknya tidak signifikan pada inflasi dan untuk konteks penghematan di APBN juga tidak signifikan karena porsinya juga tidak besar terhadap konsumsi BBM secara nasional,” pungkas dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kasus Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Kalbar Disorot, Puskepi Dukung Langkah Tegas Pertamina

Jakarta, Situsenergi.com Dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di Kalimantan Barat memicu sorotan...

Guru Pesisir Dapat Bekal Khusus dari PIS, Misi Jaga Laut Indonesia Dimulai dari Kelas

Jakarta, Situsenergi.com Bandung kembali jadi pusat perhatian setelah PT Pertamina International Shipping...

PGN Tebar Dividen Rp3 Triliun, Rasio 80% Dipertahankan di Tengah Gejolak Energi

Jakarta, Situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara atau PGN kembali bikin investor tersenyum....

PDSI Gandeng Schlumberger, Layanan Pengeboran Migas RI Siap Naik Kelas!

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) resmi menjalin kerja sama...