Home MIGAS Dirut PIM Tegaskan Tak Alami Kendala Pasokan Gas
MIGAS

Dirut PIM Tegaskan Tak Alami Kendala Pasokan Gas

Share
Dirut PIM Tegaskan Tak Alami Kendala Pasokan Gas
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Direktur Utama PIM Budi Santoso Syarif menegaskan, bahwa pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM)-2 tidak mengalami kendala pasokan gas, karena pasokan gas dari Medco tidak ada masalah. Sehingga pabrik PIM-2 dipastikan beroperasi kembali untuk mengamankan pasokan pupuk khususnya di wilayah Sumatera bagian utara.

“Kami tegaskan kembali, pabrik PIM-2 tidak mengalami kendala pasokan gas. Pada Jumat kemarin sempat mati karena ada kendala teknis di internal, namun kini sudah siap berjalan normal kembali,” kata Budi
melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (13/3/2022).

Budi juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Kementerian ESDM selama ini dalam mengamankan pasokan gas untuk beroperasinya pabrik PIM, yang merupakan anak usaha BUMN PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) itu.

“Kami sangat berterima kasih atas upaya-upaya yang dilakukan oleh Menteri ESDM yang saat ini juga tengah mengupayakan datangnya lima kargo yang diperuntukkan bagi reaktivasi PIM-1,” tukasnya.

Menurut dia, dukungan yang diberikan Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk reaktivasi tersebut, memang luar biasa. Apalagi di tengah situasi sulit akibat konflik di Eropa Timur, saat negara justru sedang mengalami kekurangan pasokan gas.

“Komunikasi kami dengan Kementerian ESDM dan juga SKK Migas cukup intens. Alhamdulillah, pihak Kementerian ESDM akan mengupayakan pengalihan kargo dari tempat lain agar bisa digunakan oleh PIM-1,” kata Budi.

Lebih jauh ia mengatakan, sambil menunggu kargo, pabrik dimatikan dulu untuk melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan.

“Berkat pasokan gas yang ada, PIM-1 sudah bisa beroperasi lagi setelah mati suri selama 10 tahun, namun saat ini memang kami matikan lagi dan alokasi gasnya kami gunakan sebagai cadangan bagi PIM-2,” ujar Budi.

Masih menurut dia, PIM menargetkan produksi urea sebesar 640 ribu ton tahun ini. Dan pihaknya cukup optimis target tersebut dapat tercapai bila pasokan gas dan tambahan kargo bisa kami dapatkan.

PIM juga sedang melakukan diversifikasi produk dengan membangun pabrik NPK berkapasitas 500 ribu ton per tahun.

“Dengan adanya pabrik baru dan dukungan kuat dari Kementerian ESDM dalam penyediaan gas untuk reaktivasi PIM-1, insya Allah kami dapat semakin mantap mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk, terutama di wilayah Sumatera bagian utara,” pungkasnya.(Ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Industri Hulu Migas Jadi Motor Ekonomi, Sumbang Triliunan hingga Dorong Daerah

Jakarta, situsenergi.com Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus menunjukkan peran...

Kapal Buatan RI Jadi Andalan, Pertamina Andalkan MT Pagerungan hingga Pangkalan Brandan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga mengandalkan armada tanker buatan dalam negeri...

PHE Garap WK Lavender, Kontrak 30 Tahun Siap Dongkrak Eksplorasi Migas RI

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperluas portofolio hulu migas dengan...

Kontrak PSC WK Lavender Diteken, PHE Perkuat Produksi Migas dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sulawesi Lavender resmi menandatangani Kontrak...