Home MIGAS SKK Migas: Project Masela On Stream 2028
MIGAS

SKK Migas: Project Masela On Stream 2028

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, revisi Plans Of Development (POD) proyek migas Blok Masela telah disetujui. Lokasi project pun bergeser dari offshore (Lepas pantai) menjadi onshore atau di darat. Jika sesuai target, project Masela bisa On Stream pada tahun 2028 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Monetisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas, Agus Budiyanto, dalam diskusi “Arah Baru Industri Migas : Ketahanan Energi Dengan Memaksimalkan Pemanfaatan Natural Gas dan LNG Dalam Negeri”, Rabu (22/9/2021).

“Proyek Masela Abadi ini kan pertama telah disetujui revisi Plan Of Development nya, dari yang semula ada di offshore, kemudian disetujui untuk pengembannya di onshore. Saat ini memang masih dalam proses keterkaitan dengan adanya permintaan tambahan untuk gas nya yang lebih, terkait dengan insentif dan untuk lebih environment friendly fasilitasnya,” ungkap Agus menjawab pertanyaan Situsenergi.com.

Agus memastikan calon buyer dari gas yang dihasilkan project Masela sudah ada, yaitu PT PLN (Persero). Perusahaan setrum itu, kata dia sudah menandatangani memorandum Of Understanding (MOU) jual beli gas dengan Pertamina.

“Memang diharapkan ini tahun 2028 ini proyek sudah bisa jalan. Untuk domestik dari proyek Masela ini sudah ada MOU dengan PLN juga. Jadi PLN waktu itu berminat untuk membeli sekitar 2-3 juta ton pertahun dan kemudian untuk gas pipa nya itu dengan PT Pupuk Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan meminta agar pemerintah betul-betul memikirkan bagaimana menyerap hasil produksi dari sektor hulu, agar bisa memberikan manfaat bagi sektor hulu. Sebab menurutnya, dalam masa-masa yang akan datang, akan banyak proyek-proyek migas yang sudah dijalankan saat ini, akan onstream dan harus bisa terserap produknya.

“Ini saya kira menjadi proyek yang harus kita perhatikan, jangan sampai nanti teman-teman di hulu sudah bekerja keras untuk mencari dan meningkatkan (Produksi), tapi ternyata pasarnya tidak ada. Saya kira ini adalah salah satu upaya bentuk ketahanan energi kita,” tegasnya.

Selain itu, imbuh Mamit, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana agar infrastruktur pendukung juga sudah siap, ketika proyek-proyek migas yang berjalan saat ini, akan onstream di tahun-tahun yang akan datang.

“Proyek Masela akan on stream di 2028, dimana ini akan berbarengan dengan proyek-proyek yang lain. Dengan banyaknya proyek yang on stream, saya kira akan ada penurunan harga dan ini menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi proyek IDD yang memang sekarang sedang dalam proses, dan ini menjadi tantangan juga, bagaimana agar ini kedepan bisa dioptimalisasikan,” pungkas Mamit. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Proyek Bioetanol Lampung Masuk Fase Krusial, Toyota hingga Pertamina Siap Tancap Gas

Lampung, Situsenergi.com Pemerintah mulai menggeber pengembangan bioetanol di Lampung sebagai bagian dari...

Hari Kartini: Pelaut Perempuan Pertamina Jaga Distribusi Energi hingga Rute Global

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga menyoroti peran strategis pelaut perempuan dalam...

Elnusa Genjot SDM Unggul, Kunci Daya Saing di Tengah Transformasi Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat strategi bisnis dengan menempatkan pengembangan...

Tidak Benar Abaikan Pelaut Indonesia, Sebanyak 4.090 WNI Dipekerjakan Di Kapal Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina International Shipping (PIS) adalah anak usaha PT Pertamina...