Home MIGAS Permintaan Meningkat, HPE Produk CPO Bulan Ini Naik Jadi USD1.185,26 per MT
MIGAS

Permintaan Meningkat, HPE Produk CPO Bulan Ini Naik Jadi USD1.185,26 per MT

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode September 2021 adalah USD1.185,26 per metric ton (MT).

Harga referensi tersebut meningkat USD136,64 atau 13,03 persen dari periode Agustus 2021 sebesar USD1.048,62 per MT. Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas produk pertanian dan kehutanan yang dikenakan bea keluar.

“Saat ini harga referensi CPO kembali mengalami peningkatan setelah bulan lalu menurun. Harga referensi periode September masih jauh melampaui threshold USD750 per MT. Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD166/MT untuk periode September 2021,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indrasari Wisnu Wardhana dalam keterangannya, Kamis (2/9/2021).

BK CPO untuk September 2021 merujuk pada Kolom 10 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.166/PMK.010/2020 sebesar USD166 per MT. Nilai tersebut berubah dari BK CPO untuk periode Agustus 2021, yaitu sebesar USD93 per MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada September 2021 sebesar USD2.451,05 per MT atau meningkat 4,27 persen setara USD100,39 dari bulan sebelumnya sebesar USD2.350,66 per MT. Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada September 2021 menjadi USD2.165 per MT atau meningkat sebesar 4,74 persen setara USD98 dari periode sebelumnya sebesar USD2.067 per MT.

Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi meningkatnya konsumsi CPO namun produksi CPO global mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao sejalan dengan naiknya permintaan kakao dunia. Peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao yaitu tetap 5 persen.

“HPE produk kulit dan kayu tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Begitu pula untuk BK komoditas produk kayu dan produk kulit,” pungkas dia. (DIN/RiF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Zona 4 Genjot Produksi Migas, Semester I 2026 Capai 27.500 BOPD

Prabumulih, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi 27.500...

Pertamina Drilling Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Bidik Produksi 65 Barel Minyak per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas layanan hulu...

PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo, Kapasitas Gardu Naik Jadi 24,5 MVA untuk Dukung Produksi Migas

Libo, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan...

Batik Kubedistik Kaltara Tembus Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Makassar, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membawa Batik Kalimantan Utara...