Home MIGAS Optimisme Pemulihan Ekonomi Lambungkan Harga Minyak Hingga 2 Persen
MIGAS

Optimisme Pemulihan Ekonomi Lambungkan Harga Minyak Hingga 2 Persen

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung USD1,44 atau 2 persen, menjadi USD 73,03 per barel. Sementara itu patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat USD 1,40 atau 2 persen, menjadi USD 69,99 per barel, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  di New York, Kamis (2/9/2021) atau Jumat (3/9/2021) pagi WIB.

Reli secara singkat mendorong minyak WTI di atas pergerakan rata-rata 50-hari (MA 50) untuk kali pertama dalam sebulan, sinyal  bullish  bagi investor.

Harga minyak rebound di tengah optimisme tentang pertumbuhan ekonomi global meski dihantui pandemi virus corona, dan setelah persediaan minyak mentah Amerika turun lebih besar dari ekspektasi.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah turun 7,2 juta barel pekan lalu, tutur Badan Informasi Energi, Rabu.

“Ada alasan bagus untuk reli ini – kita mendapati 1,5 juta barel yang masih  offline  di Teluk, jumlah minyak mentah kemarin (Rabu) turun 7,2 juta barel dan penyimpanan berada di level terendah sejak September 2019,” kata Robert Yawger, Direktur Mizuho.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu, sementara PHK pada periode Agustus menyusut ke level terendah dalam lebih dari 24 tahun, menunjukkan pasar tenaga kerja mengalami peningkatan meski ada infeksi Covid-19 yang baru.

Optimistis tentang pemulihan ekonomi global, Organisasi Negara Eksportir Minyak dan produsen sekutu termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC +, menaikkan perkiraan permintaan untuk 2022.

Rabu, kelompok tersebut sepakat untuk melanjutkan kebijakan penghapusan rekor pengurangan produksi secara bertahap dengan menambahkan 400.000 barel per hari (bph). Kelompok itu tidak memenuhi permintaan Amerika Serikat untuk mempercepat penghapusan pembatasan pasokan.

Badai Ida, sementara itu, menutup sekitar 80 persen dari produksi minyak dan gas Teluk Meksiko. Kilang minyak di Louisiana bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk memulai kembali aktivitas secara normal, yang akan melemahkan permintaan minyak mentah, tetapi itu bisa diimbangi dengan peningkatan produksi yang lambat di lepas pantai karena kerusakan fasilitas pendukung utama.

“Pemrosesan minyak mentah mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk pulih ketimbang produksi minyak mentah, yang menunjukkan bahwa stok minyak mentah akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Permintaan bensin di India akan mencapai rekor tahun fiskal ini karena lebih banyak orang kembali beraktivitas setelah pelonggaran pembatasan Covid-19. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Irak

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) resmi menjalin kerja...

Iduladha 2026, Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Group menyalurkan lebih dari 4.400 hewan kurban pada perayaan...

PTK Tebar Hewan Kurban Saat Iduladha 2026, Operasional Distribusi Energi Tetap Jalan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memastikan layanan logistik energi tetap...

Jelang Idul Adha, Pertamina dan Pemkot Samarinda Sidak SPBE LPG 3 Kg

Samarinda, Situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama Pemerintah Kota Samarinda...