Home MIGAS Permintaan BBM Amerika Melonjak, Minyak Brent Kembali Ke Level USD70 Per Barel
MIGAS

Permintaan BBM Amerika Melonjak, Minyak Brent Kembali Ke Level USD70 Per Barel

Share
Minyak Menguat di Tengah Penurunan Stok AS
Ilustrasi Pengeboran minyak (Ist)
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung USD1,59 atau 2,3 persen, menjadi USD70,63 per barel, demikian dikutip dari laporan  Reuters, Selasa (10/8) atau Rabu (11/8) pagi WIB.


Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat USD1,81 atau 2,7 persen, untuk mengakhiri sesi di posisi USD68,29 per barel. Lonjakan itu terjadi di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan bahan bakar di Amerika Serikat meski ada lonjakan kasus Covid-19.


Kedua kontrak anjlok sekitar 2,5% pada sesi Senin, dan pekan lalu mencatat kerugian terbesar dalam beberapa bulan karena infeksi melonjak di konsumen minyak utama.


“Memprediksi perubahan harga jangka pendek menjadi sangat sulit mengingat proses yang cukup berat memprediksi dampak varian Delta pada permintaan minyak global ke depan, terutama di negara-negara seperti China di mana data jauh lebih tidak transparan ketimbang Amerika,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.


Penyebaran cepat varian Delta virus korona mendorong kasus dan rawat inap di Amerika Serikat ke level tertinggi enam bulan.


Namun, pertumbuhan lapangan kerja dan peningkatan mobilitas di Amerika mendorong konsumsi bensin sejauh ini pada 2021, tutur Badan Informasi Energi AS, dalam proyeksi bulanan.


Konsumsi bensin AS diperkirakan rata-rata 8,8 juta barel per hari (bph) pada 2021, naik dari 8 juta bph pada 2020. Namun, EIA mengatakan konsumsi bensin AS akan tetap di bawah level 2019 hingga 2022 karena menjamurnya orang yang bekerja dari rumah.


Stok minyak mentah, bensin, dan produk lainnya di Amerika kemungkinan turun pekan lalu, dengan persediaan bensin diperkirakan menyusut untuk minggu keempat berturut-turut, jajak pendapat awal  Reuters  menunjukkan.


Stok minyak mentah turun 816.000 barel untuk pekan yang berakhir 6 Agustus, menurut dua sumber pasar, mengutip angka American Petroleum Institute, Selasa.


Data pemerintah tentang persediaan minyak akan dirilis Rabu pagi waktu setempat.

Senat Amerika, Selasa, meloloskan paket infrastruktur senilai USD1 triliun yang akan menjadi investasi terbesar negara itu dalam beberapa dekade di sektor jalan raya, jembatan, bandara, dan saluran air. Jika disahkan, RUU itu akan meningkatkan ekonomi dan permintaan produk minyak, kata analis.


Program vaksinasi yang berhasil di Barat dan data ekonomi yang menggembirakan sangat kontras dengan meningkatnya infeksi di Timur.


Di Australia, polisi turun ke jalan untuk menegakkan pembatasan terkait Covid. Beberapa kota di China, importir minyak mentah utama dunia, meningkatkan pengujian massal untuk melawan gelombang baru virus tersebut. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Pertahankan 3 ISO, Tata Kelola Migas Makin Tangguh

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mempertahankan tiga sertifikasi ISO...

PGE Borong Penghargaan HKAN 2026, 153 Elang Jawa Sudah Kembali ke Alam

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mendapat pengakuan atas...

PLTS 100 GWp Digeber! Proyek Surya Raksasa Dimulai dari Bali

Gilimanuk, Situsenergi.com Program strategis PLTS 100 GWp resmi diluncurkan dan groundbreaking di...

PetroChina Catat Hasil 465% Target Program Workover 2026

Jakarta,Situsenergi.com PetroChina International Jabung (PCJL) telah berhasil melaksanakan kegiatan Workover pada sumur...