Home MIGAS Optimisme Permintaan Diimbangi Kekhawatiran Kasus Covid-19, Minyak Naik Tipis
MIGAS

Optimisme Permintaan Diimbangi Kekhawatiran Kasus Covid-19, Minyak Naik Tipis

Share
Share

Singapura, Situsenergi.com

Harga minyak naik tipis, Senin, ketika optimisme pemulihan permintaan bahan bakar di negara-negara maju seperti China, dibayangi peningkatan kasus Covid-19 dan kekhawatiran lockdown di India, untuk menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut.

Dikutip dari laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Juli, patokan internasional, menguat 9 sen, atau 0,13 persen menjadi USD66,85 per barel, pada pukul 08.47 WIB, Senin (3/5).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni berada di USD63,72 per barel, naik 14 sen, atau 0,22 persen.

Vaksinasi diprediksi dapat mengangkat permintaan minyak global, terutama selama puncak musim perjalanan pada kuartal ketiga, mendorong analis untuk meningkatkan proyeksi mereka bagi harga Brent untuk bulan kelima berturut-turut, menurut jajak pendapat  Reuters.

Survei terhadap 49 peserta memperkirakan Brent rata-rata USD64,17 per barel pada 2021, naik dari konsensus bulan lalu di USD63,12 per barel dan rata-rata USD62,30 per barel untuk sepanjang tahun ini.

“Permintaan yang kuat di sejumlah kawasan seperti Amerika Utara, Eropa dan China mencerahkan prospek secara keseluruhan,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Ini terlepas dari seruan badan industri India yang mendesak pihak berwenang untuk membatasi aktivitas ekonomi untuk menekan angka kematian, Minggu, ketika negara itu memerangi melonjaknya kasus virus corona yang meluluhlantakkan sistem perawatan kesehatannya.

Terkait pasokan, Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) memompa 25,17 juta barel per hari pada April, naik 100.000 barel dari Maret, ketika Iran dan produsen lainnya meningkatkan produksi.

Produksi OPEC meningkat setiap sejak Juni 2020 kecuali Februari.

Iran dan Amerika Serikat dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang dapat mengarah pada pencabutan sanksi Amerika yang memungkinkan Teheran untuk meningkatkan ekspor minyak.

Minggu, Washington membantah laporan televisi pemerintah Iran bahwa musuh bebuyutannya itu telah mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan imbalan pelepasan dana minyak Iran yang dibekukan senilai USD7 miliar di bawah sanksi Amerika di negara lain.

Di Amerika Serikat, perusahaan energi menambahkan rig minyak dan gas pekan lalu, menyebabkan kenaikan jumlah rig bulanan kesembilan berturut-turut, karena pemulihan harga menarik beberapa pengebor kembali ke  wellpad , menurut Baker Hughes.

Namun, produksi minyak mentah Amerika turun lebih dari satu juta barel per hari pada Februari, ke level terendah sejak Oktober 2017, menurut laporan bulanan pemerintah, Jumat. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pasokan Energi NTB Aman, Kapal Pertamina Bawa 6.000 KL BBM ke Ampenan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di wilayah Nusa...

PHM Selamatkan 7 Nelayan di Selat Makassar, Terombang-ambing Dua Hari di Laut

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bergerak cepat mengevakuasi tujuh nelayan...

BBG Jadi Energi Alternatif, PGN Ungkap Keunggulan Teknis dan Efisiensi Kendaraan

Jakarta, Situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melalui PT Gagas Energi...

Lelang 110 Blok Migas Dibuka, Sigma Energy Siap Garap Peluang Bisnis Baru

Jakarta, situsenergi.com Rencana lelang 110 blok migas oleh Kementerian ESDM langsung disambut...