Home ENERGI Proyek Green Refinery di Kilang Cilacap Masih Berlangsung
ENERGI

Proyek Green Refinery di Kilang Cilacap Masih Berlangsung

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengungkapkan, bahwa pengembangan Green Refinery dengan produk-produk energi hijau, seperti Green Diesel dan Green Avtur di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap masih berlangsung.

Menurut Ifki, proyek energi hijau yang dihasilkan RU IV Cilacap berbahan dasar minyak kelapa sawit ini ditargetkan beroperasi pada akhir Desember 2021.

“Uji coba Green Diesel (D 100) sukses dilakukan pada Januari 2021 dengan komposisi Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) sebesar 100%. RBDPO adalah minyak kelapa sawit yang sudah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau,” papar Ifki.

“Sedangkan Green Avtur menggunakan Refined, Bleached, and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO), yakni minyak inti kelapa sawit. Uji coba Green Avtur sudah berhasil dilakukan, bahkan sudah diuji di laboratorium GMF (Garuda Maintenance Facility),” lanjut dia.

Ia mengungkapkan, Green Diesel dan Green Avtur diproduksi di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) dengan kapasitas produksi yang akan terus ditingkatkan.

“Kapasitas produksi Green Avtur sebesar 8 ribu barel per hari dan Green Diesel sebesar 3 ribu barel per hari. Kapasitasnya akan terus ditingkatkan dengan melihat kebutuhan pasar, mulai 2023 nanti,” ujarnya.

Lebih jauh Ifki menjelaskan, produksi Green Diesel dan Green Avtur di Kilang Pertamina Cilacap dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, dilakukan pengolahan RBDPO sebesar 3000 barel per hari untuk menghasilkan Green Diesel D100 yang direncanakan onstream pada akhir Desember 2021.

“Selanjutnya di tahap kedua, akan dilakukan pengolahan CPO sebesar 6000 barel per hari untuk menghasilkan Green Diesel D100 atau Green Avtur yang direncanakan onstream pada akhir Desember 2022,” tukasnya.

Diketahui, lanjut dia, pengembangan Green Energy ini dilakukan sebagai implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memaksimalkan potensi sumber daya energi baru terbarukan, dalam hal ini minyak kelapa sawit yang melimpah.

“Ini adalah wujud nyata komitmen Pertamina untuk memenuhi kebutuhan alternatif feed stock sumber bahan baku. Memanfaatkan potensi energi dalam negeri, mengurangi impor crude, penggunaan energi ramah lingkungan karena sifatnya yang baru terbarukan,” papar Ifki.

Sebelumnya, Pertamina RU IV sudah berhasil memproduksi Green Gasoline sejak April 2020. “Green Gasoline yang launching di RU III Plaju, kami duplikasi di RU IV dan pada April 2020 sudah dicoba dengan 20 persen bahan baku menggunakan RBDPO. Pengolahan di kilang RFCC menjadi Green Gasoline dengan kualitas Oktan sekelas Pertamax.” Demikian Ifki Sukarya.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...