Home ENERGI Pertamina Dampingi 427 Mitra Binaan di Papua dan Papua Barat untuk Naik Kelas
ENERGI

Pertamina Dampingi 427 Mitra Binaan di Papua dan Papua Barat untuk Naik Kelas

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Selama tahun 2020, PT Pertamina (Persero) di Papua dan Papua Barat, melalui RU VII dan MOR VIII telah menyalurkan modal usaha dengan total sekitar Rp 25 miliar. Dana tersebut didistribusikan kepada 427 mitra binaan di Papua dan Papua Barat yang mayoritas bergerak dalam bidang perdagangan dan pertanian. Seluruhnya didukung untuk dapat naik kelas dengan beberapa pembinaan yang diberikan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan, pembinaan UMKM di kedua wilayah ini  dinilai telah melaksanakan pembinaan secara baik kepada seluruh mitra binaannya.

“Tahun 2020 merupakan tahun pertama bagi RU VII untuk melaksanakan Program Kemitraan dan membina UMKM, di mana di tahun-tahun sebelumnya di lakukan oleh MOR VIII. Meski begitu, baik MOR VIII maupun RU VII terus berkolaborasi dalam melaksanakan tugas dalam membina mitra UMKM,” jelas Agus.

Ia menambahkan, penyaluran di wilayah Papua dan Papua Barat salah satunya juga ditujukan agar UMKM Timur Indonesia dapat segera bangkit dari dampak pandemi. Melalui bantuan modal usaha ini, Pertamina ingin membantu agar market growth wilayah timur dapat beranjak naik.

“Sehingga para UMKM binaan bisa menembus pasar di luar Provinsi Papua dan Papua Barat. Bahkan seluruh Indonesia atau mancanegara,” tegasnya.

Sherly Waromi, salah satu UMKM binaan RU VII ini mengaku senang menjadi mitra binaan Pertamina. Pemilik pangkalan minyak tanah ini berencana menggunakan pinjaman modal yang didapat untuk memperluas usahanya ke bidang perdagangan lain, yakni berupa peralatan olahraga. “Semoga bisa lebih besar dan mempekerjakan banyak orang. Sehingga bisa membantu warga sekitar mendapatkan penghasilan,” tuturnya.

Berbeda lagi dengan Steven Ibo, mitra binaan MOR VIII ini mengatakan, modal bergulir yang diterima digunakan untuk meningkatkan volume usahnya yang bergerak dalam produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi sabun VCO, Kapsul VCO dan sabun buah merah. “Bantuan dari Pertamina akan dijadikan modal kerja dalam memproduksi lebih banyak lagi sabun dan minyak kelapa murni, apalagi kini, permintaan dari produksi kami sedang tinggi,” ujar Steven.

Menurut Agus, hal ini merupakan cerminan dari penerapan Goal 8 SDGs, yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertamina akan terus mendukung para UMKM agar lebih tangguh dan mandiri. “Dengan roadmap pembinaan Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, Pertamina akan mendorong para UMKM binaan untuk naik kelas,” tutupnya. (ERT/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...