Home ENERGI Produksi Batubara PT BUMI Naik 5 Persen Di Semester I 2020
ENERGI

Produksi Batubara PT BUMI Naik 5 Persen Di Semester I 2020

Share
Share

Jakarta,sSitusenergy.com

Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi sebanyak 5 persen pada semester I 2020. Volume produksi batubara BUMI sepanjang enam bulan pertama tahun ini menjadi 41 juta ton, dari sebelumnya hanya 39,1 juta ton pada semester I 2019.

Kemudian overburden removal perseroan naik 11 persen menjadi 326,6 juta bcm dari periode yang sama tahun lalu sebesar 294,8 juta bcm. Adapun, total inventori batubara BUMI hingga akhir Juni 2020 sebesar 2,7 juta ton atau naik 5 persen dari sebelumnnya sebesar 2,6 juta ton.

Menurut Direktur dan Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, perseroan masih dapat menjaga kinerja operasional meskipun sektor batubara masih belum kondusif dan pandemi yang terus berlanjut.

“Meski ketidakpastian pasar masih membebani harga batubara dalam jangka pendek, perseroan berkeyakinan bahwa ke depannya industri batubara akan terus berkembang, terutama dengan pengembangan proyek-proyek hilirisasi batubara dalam jangka menengah,” papar Dileep, Rabu (2/9).

Pada tahun ini, BUMI menargetkan volume produksi di kisaran 85 juta ton hingga 89 juta ton dengan rata-rata harga USD46 per ton hingga USD49 per ton dan beban biaya sebesar USD32 per ton hingga USD34 per ton.

Adapun, BUMI membukukan rugi bersih sepanjang semester I 2020 sebesar USD86,17 juta. Realisasi itu berbanding terbalik dengan capaian semester I 2019 yang mencatatkan laba periode yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD80,7 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hal itu pun sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan menjadi sebesar USD1,97 miliar, melemah 13 persen daripada periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,27 miliar. Padahal, beban pokok penjualan BUMI itu berhasil ditekan menjadi hanya sebesar USD1,73 miliar atau lebih rendah 7 persen dibandingkan dengan USD1,86 miliar pada semester I 2019.

Dileep menekankan penurunan kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama tahun ini disebabkan oleh realisasi harga batubara pada semester I 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 12 persen. Realisasi harga penjualan batubara pada semester I 2020 sebesar USD46,9 per ton atau lebih rendah daripada semester I 2019 sebesar USD53,2 per ton.

“Sedangkan, volume penjualan masih stabil di angka 41,2 juta ton yang terdiri atas penjualan dari PT Kapuas Prima Coal sebesar 29,5 juta ton dan PT Arutmin sebesar 11,6 juta ton. Penurunan harga karena permintaan batubara yang tidak stabil dari China, India, dan sebagian besar Asia. Hal ini dipicu oleh Pandemi Covid- 19 sebagai faktor penyebab utama,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...