Home ENERGI Soal Blok Rokan, DEM Indonesia Soroti Sikap PT CPI
ENERGI

Soal Blok Rokan, DEM Indonesia Soroti Sikap PT CPI

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEM Indonesia) menyoroti PT CPI yang hanya memberikan izin transisi jika Pertamina masuk ke Blok Rokan dengan cara mengakuisisi atau membeli Participating Intrest (PI).

Hal ini dikatakan, Sekretaris Jenderal DEM Indonesia, robi Juandry dalam keterangan persnya, Rabu (12/2/2020). “Jika proses ini dilaksanakan, bisa menyebabkan seluruh komponen liabilitas/beban-beban biaya PT. CPI akan beralih ke Pertamina, permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak serta Past Service Liabilities para pekerja PT. CPI dan beban-beban lain sampai saat ini belum diselesaikan oleh PT. CPI yang akan ditanggung Pertamina,” katanya.

Padahal kata dia, kalkulasi angka diperkirakan bisa mencapai lebih dari USD 1,8 miliar atau jauh lebih besar dari nilai aset pada saat produksi PT. CPI yang habis pada tahun 2021 dimana hanya menyentuh angka dengan perkiraan mencapai USD 600 juta.

“Seharusnya negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Blok Rokan perihal masa transisi dari PT. CPI ke Pertamina,dengan harapan PT. CPI agar lebih kooperatif dan terbuka untuk masa transisi,” tukasnya.

“DEM Indonesia menolak rencana pembelian PI (Participating Intrest) PT. CPI oleh Pertamina yang akan membebankan Pertamina sebagai BUMN dikarenakan akan menanggung beban kewajiban dan tanggungjawab dari PT. CPI,” tandas Robi Juandry.

Pihaknya juga mendesak pemerintah melalui Kementerian ESDM menyelesaikan permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak oleh PT. CPI.

Disamping itu, DEM Indonesia akan mengawal sampai tuntas transisi pengelolaan dari Chevron ke Pertamina demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Sebagai catatan, saat ini produksi Blok Rokan mencapai 207.000 bbl atau setara 26 persen produksi nasional. Blok Rokan juga diperkirakan memiliki cadangan 26 milyar bbl minyak.

Selama bertahun-tahun Rokan menjadi salah satu penyumbang produksi siap jual (lifting) terbesar di Indonesia. Selain itu, Blok Rokan yang memiliki luas 6.220 km2 itu memiliki hampir 96 lapangan minyak, di mana tiga diantaranya disebut-sebut memiliki potensi minyak besar yakni Duri, Minas, dan Bekasap.

Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Dengan produksi Blok Rokan sebesar 207.000 bbl dibutuhkan penanganan dan upaya menjaga produksi tersebut. Maka dibutuhkan masa transisi bagi kontraktor baru yang akan mengelola Blok ini. Namun, sejak ditatapkannya Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, proses transisi peralihan dan pengelolaan dari PT CPI ke Pertamina tidak terjadi dengan baik.(ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...