Home ENERGI Produksi Nikel Vale Melorot 5 Persen Tahun 2019 Lalu
ENERGI

Produksi Nikel Vale Melorot 5 Persen Tahun 2019 Lalu

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Produksi nikel dalam matte PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sepanjang 2019 hanya 71.025 metric ton (MT). Capaian ini turun sekitar 5 persen dibanding realisasi produksi nikel tahun 2018 yang mencapai 74.806 MT. Sementara untuk kuartal IV 2019 meningkat menjadi 20.494 MT dibanding produksi kuartal III 2019 sebesar 19.820 MT.

Nico Kanter, Presiden Direktur Vale, mengatakan peningkatan produksi pada kuartal akhir 2019 tersebut tetap tidak bisa mengkompensasi jumlah produksi secara keseluruhan apabila digabungkan. Namun begitu dia berharap di tahun 2020 ini akan terjadi perbaikan sehingga bisa mengkompensasi penurunan yang terjadi sepanjang tahun 2019. Dia menjelaskan meski produksi turun namun realisasi produksi nikel 2019 sudah sesuai dengan target yang dipatok Vale di awal tahun lalu sebesar 71 ribu MT.

“Kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi pada 2020,” kata Nico di Jakarta, Selasa (18/2).

Lebih lanjut, Nico menambahkan bahwa Vale saat ini masih fokus dalam proses divestasi 20 persen sahamnya. Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dijadwalkan akan mengambil alih 20 persen saham Vale pada tahun ini yang prosesnya baru akan rampung pada September 2020.

Dia menjelaskan bahwa saham yang akan dibeli MIND ID melalui Inalum baru akan diputuskan dengan berdasarkan rata-rata harga bursa selama 12 bulan terakhir. Pemegang saham Vale Indonesia sekarang ini antara lain VCL sebesar 58,73 persen, SMM sebesar 20,09 persen dan publik sebesar 20,49 persen.

“Divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amendemen Kontrak Karya (KK) pada 2014 antara Vale dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amendemen tersebut. KK Vale Indonesia akan berakhir pada 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai ketentuan yang ada,” pungkas dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...