Home ENERGI PGN Bangun Infrastruktur CNG Di Semarang
ENERGI

PGN Bangun Infrastruktur CNG Di Semarang

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memilih Semarang untuk mengaktifkan kembali kegiatan operasional pada 2014 lalu sebelum sempat terhenti beroperasi pada periode 2000 sebagai pelaksanaan peran pengelola gas bumi domestik.

“Terobosan pembangunan infrastruktur gas bumi yang dilakukan untuk wilayah Semarang melalui pembangunan infrastruktur CNG sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur pipa gas bumi terbangun untuk menghubungkan Jawa Timur sebagai titik pasok dengan JawaTengah sebagai titik pasar,” kata Sekretaris Perusahaan, Rachmat Hutama, di Jakarta, Senin (7/10).

Layanan gas bumi melalui CNG, menurut Rachmat, diawali di kawasan Industri Tambak Aji dan terus melakukan pengembangan wilayah di Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Pada 2016, perusahaan dengan kode emiten PGAS juga menerima penugasan pengoperasian Jargas APBN di Kota Semarang dan Blora.

“Rata-rata hari biasa, gas bumi yang dipasok PGN untuk sektor industri dan rumah tangga di wilayah Semarang, dikonsumsi sekitar 220.000 hingga 250.000 meter kubik per bulan,” papar dia.

Sedangkan pemakaian rata-rata gas bumi untuk sektor rumah tangga tahun ini, lanjut Rachmat, sebesar 22.000 meter kubik per bulan, yang mengalami kenaikan 37% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

“Pasokan gas bumi dalam bentuk CNG yang tersedia di Stasiun Penurun Tekanan atau Pressure Reducing Station (PRS) Tambak Aji angkanya memang berada di atas angka konsumsi gas bumi rumah tangga, bahkan kenaikan konsumsi gas bumi masih dalam cakupan volume gas bumi yang tersedia di PRS Tambak Aji,” ujar Rachmat.

Rachmat menambahkan, seiring berkembangnya industri baru dan meningkatnya kebutuhan energi yang lebih efisien dalam empat tahun terakhir, pihaknya terus fokus mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi di Jawa Tengah. Sesuai peran subholding gas, PGN melalui PT Pertagas tengah menyelesaikan jaringan pipa gas transmisi Gresik-Semarang.

“Pembangunan jaringan pipa gas transmisi 28 inci sepanjang 268 kilometer ini ditargetkan terealisasi segera,” pungkasnya. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...