Home ENERGI Koperasi Binaan PGN Jalin Kerjasama Dengan Produsen Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Karet
ENERGI

Koperasi Binaan PGN Jalin Kerjasama Dengan Produsen Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Karet

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Koperasi Binaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Koperasi Padetra Arto Mulyo, kerjasama dengan PT Kirana Megatara Tbk untuk menyerap hasil perkebunan karet di Desa Pagardewa, Sumatera Selatan. Program ini merupakan kerja sama pertama kali di Indonesia antara koperasi hasil binaan CSR perusahaan dengan produsen secara langsung.

Division Head CSR PGN, Anak Agung Raka Haryana, koperasi karet diharapkan dapat membantu para petani sekitar Pagardewa untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Koperasi karet tersebut juga memungkinkan para petani mendapatkan harga jual karet sesuai dengan harga pasar. Ditargetkan kerjasama ini dapat memfasilitasi penjualan langsung hasil perkebunan karet dengan target 1 ton per bulan.

“Sebagai subholding gas bumi di Indonesia, PGN terus berkomitmen untuk memberikan energi baik dalam meningkatkan kualitas hidup untuk masyarakat di Indonesia. Contoh kerja sama koperasi binaan PGN dengan Kirana Megatara adalah CSR yang inklusif, yakni menciptakan lapangan kerja serta peluang hidup yang lebih baik sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya,” kata Agung di Jakarta, Rabu (16/10).

Agung juga menjelaskan, kerja sama dengan Kirana dilakukan karena perusahaan ini merupakan produsen karet remah (crumb rubber) terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 18 persen secara nasional. Produk yang dihasilkan berupa karet dengan spesifikasi teknis (technical specified rubber) yang dikenal dengan istilah Standard Indonesian Rubber (SIR) dan diekspor ke berbagai negara sebagai bahan baku utama ban yang diproduksi oleh pabrik-pabrik ban terkemuka dunia.
Untuk menghasilkan produk berkualitas sesuai dengan standar internasional, Kirana selalu berusaha menggunakan bahan baku yang bersih dan menjalankan proses produksi secara terintegrasi dengan pengawasan kualitas yang handal.

“Kemitraan jangka panjang dengan petani karet dan pedagang bahan olah karet (BOKAR) menjadi pilihan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas bahan baku,” kata dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...