Home ENERGI ESDM : Target Rasio Elektrifikasi Diperkirakan Tidak Tercapai
ENERGI

ESDM : Target Rasio Elektrifikasi Diperkirakan Tidak Tercapai

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Pemerintah mengklaim program di sektor ketenagalistrikan menunjukkan tren perbaikan. Indikatornya dilihat dari rasio elektrifikasi nasional yang ditargetkan 99,9 persen hingga akhir tahun 2019 ini.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, hingga September 2019 kemarin atau triwulan III 2019 rasio elektrifikasi yang sudah mencapai 98,86 persen. Dibandingkan Desember 2018 lalu, capaian rasio elektrifikasi tahun ini cukup masif. Pada periode tersebut rasionya hanya 98,30 persen.

“Selama empat tahun terakhir kita bisa capai 3 persen lebih, kalau dulu 1 persen aja udah syukur. Kita pacu bagaimana caranya supaya daerah yang tertinggal bisa teraliri listrik,” kata Direktur Pembinaan Program Ketenagaliatrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (24/10).

Dikatakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi membutuhkan upaya yang sangat sulit. Sebab rata-rata rumah tangga yang belum teraliri listrik berada di daerah remote atau di daerah terpencil. Sehingga sangat sulit bagi pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Indonesia (Persero) untuk membangun transmisi atau pembangkit listrik.

Untuk itu pemerintah mempunyai cara lain dengan gerakan pra elektrifikasi dengan periode 3 tahun. Program ini untuk memastikan kesiapan jaringan listrik permanen bisa segera masuk ke daerah-daerah remote tersebut sebelum program tersebut berakhir. Cara lainnya adalah dengan membangun pembangkit listrik bersumber energi alternatif di setiap daerah sesuai dengan potensi yang ada. Selain itu juga ada program bantuan pasang gratis serta

Jisman menyatakan sampai akhir tahun 2019 dimungkinkan target tersebut tidak bisa dipenuhi namun akan dilanjutkan pada periode pemerintahan yang baru saja dilantik. Diperkirakan rasio elektrifikasi hingga Desember 2019 nanti mencapai 99,23 persen.

“Sampai akhir tahun dengan effort yang kita lakukan, perkiraan RE (rasio elektrifikasi) kita 99,23 persen kekurangannya kemungkinan tahun depan. Nanti ada program mirko hidro biomasa dan lainnya,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...