Home ENERGI Kaltim Siapkan Lahan 20 Ha Bangun Iradiator Nuklir
ENERGI

Kaltim Siapkan Lahan 20 Ha Bangun Iradiator Nuklir

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan lahan 20 heaktre untuk pembangunan fasilitas iradiator agar mampu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi. Hal ini disampaikan Ketua Balitbangda Provinsi Kaltimantan Timur, Edi Kuswadi pada kegiatan serah terima kegiatan pra studi kelayakan yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  terhadap rencana pengembangan kawasan Buluminum, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai Kawasan Buluminum Nuclear Industry Science Techno Park (BNI-STP), Kamis  (20/12).

“BNI-STP merupakan bagian dari Science and Technology Park (STP) yang dirancang oleh Kementerian Ristek Dikti yang berlokasi di Buluminung dengan luas total 4.808 Ha, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). BNI-STP sendiri memiliki luas sekitar 20 Ha,” kata Edi

Ia menambahkan, BNI-STP merupakan area terpadu yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang saling bersinergi dengan berbagai fungsi yakni sebagai pusat pendidikan, penelitian, aplikasi iptek nuklir, dan temu antara komunitas iptek nuklir dengan dunia usaha. Selain itu, kawasan ini juga difungsikan sebagai tempat untuk mempromosikan dan tujuan wisata iptek nuklir.

Melihat geografis wilayah provinsi Kalimantan Timur yang sebagian besar adalah lautan dengan hasil laut yang melimpah, maka menurut Edi fasilitas iradiator sangat dibutuhkan. “Sebagaian besar luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur adalah lautan yang mencapai 294.461,42 km2 dengan berbagai hasil laut yang melimpah, iradiator sangat cocok untuk dibangun sebagai sarana pengawetan hasil laut,” tambahnya.

Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono di sela-sela kegiatan tersbut mengatakan, pihak Kalimantan Timur mempunyai mimpi akan menjadikan Buluminung sebagai pusat pengembangan teknologi yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada tahun 2017, Gubernur Kaltim telah menetapkan Buluminung sebagai kawasan BNI-STP, dan selanjutnya kita diminta untuk melakukan survey terhadap wilayah yang dimaksud apakah cocok untuk dikembangkan sebagai tempat pengembangan teknologi nuklir,” kata Falconi.

Hasil ini menurut Falconi masih tahap awal atau pra studi kelayakan yang nantinya masih diperlukan tahapan lebih lanjut. Pada kesempatan kali ini hasil studi awal tersebut akan disampaikan kepada pihak pemerintah Kalimantan Timur.

“Dalam studi awal tersebut ada beberapa aspek yang dikaji baik aspek tapak maupun non tapak. Dari kajian tersebut ternyata di Buluminung ini cocok untuk dibangun fasilitas iradiator,” ujarnya.

Fasilitas iradiator merupakan fasilitas nuklir yang memanfaatkan sinar radiasi ntuk pengawetan bahan makan, produk laut, bahan rempah, bahan kosmetik dan sterilisasi alat kesehatan. Saat ini BATAN telah mempunyai pengalaman membangun iradiator di kawasan Purspiptek, Serpong, Tangerang Selatan dengan lokal konten di atas 80%.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Suparman mengatakan, studi tahap awal membutuhkan waktu satu tahun dan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. “Apabila hasil pra studi ini dianggap layak, maka akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pada kesempatan kali ini kita ingin mengetahui kebutuhan terhadap teknologi apa saja yang cocok untuk dikembangkan di wilayah Kalimantan Timur,” kata Suparman. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...