Home ENERGI Puskepi: Pertamina Bukan Lembaga Sosial
ENERGI

Puskepi: Pertamina Bukan Lembaga Sosial

Share
sofyano zakaria 2
sofyano zakaria 2
Share

Jakarta, situsenergy.com

Direktur Eksekutif Puskepi (Pusat Studi Kebijakan Publik), Sofyano Zakaria meminta publik untuk memahami bahwa PT Pertamina (Persero) adalah sebuah BUMN, bukan sebuah lembaga seperti Kementrian Sosial.

“Terhadap Pertamina ada hal yang aneh, karena publik dan bahkan elit masyarakat sepertinya menutup mata dan telinga serta tidak mau memahami bahwa Pertamina itu adalah sebuah BUMN. Mirisnya Pertamina nyaris dianggap seperti sebuah lembaga sosial atau bahkan seperti Kementerian Sosial,” katanya kepada Situsenergy.com di Jakarta, Sabtu (31/3). Pertamina, kata dia, nyaris diharapkan tidak boleh menjual  BBM dengan harga keekonomian. “Meskipun BBM yang dijual bukan BBM subsidi, publik sepertinya ingin Pertamina menjual BBM dengan harga subsidi. Jadi terkesan seakan bahwa tidak masalah Pertamina harus rugi ketika jual BBM,” tukasnya.

Di sisi lain, pejabat pemerintah pun seperti menutup mata walau Pertamina harus rugi ketika menjual BBM subsidi seperti Solar dan Premiun non subsidi.

“Ini hal yang aneh, pejabat nyaris berpendapat bahwa secara umum Pertamina tidak lah rugi dan ini membuat mereka tidak mau mendengarkan jeritan Pertamina yang rugi pada sektor penjualan Solar dan Premium,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasar BBM di dalam negeri saat ini sudah terbuka. Siapapun bisa masuk pasar hilir migas, termasuk badan usaha swasta asing.

Belakangan, ada beberapa badan usaha migas baik swasta asing atau lokal menjual BBM. Jadi, selain Pertamina ada badan usaha lain yang menjual produk BBM terutama BBM khusus atau nonsubsidi.

Seiring kenaikan  harga minyak mentah dunia yang mencapai kisaran US$ 70 per barel, harga BBK atau BBM nonsubsidi perlahan mulai dinaikkan harganya sesuai dinamika di pasar.

Tapi, data yang dihimpun Situsenergy.com menyebutkan, harga BBM Pertalite RON90 dari Pertamina masih jauh lebih murah dari harga BBM RON 90 Milik Swasta lain yang ada di negeri ini.

Kondisi pasar BBM yang sangat dinamis dan menyebabkan masing-masing badan usaha Migas di Indonesia berlomba memberikan produk yang terbaik pada  konsumennya.

Selanjutnya, konsumen BBM sebagai end user BBM di Tanah Air yang menjadi penentu akhi, BBM mana yang terbaik  dan dipilih untuk dibeli dan dikonsumsi untuk kendaraannya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...