Home ENERGI Kepmen ESDM No.1790K/2018 Dorong Realokasi Gas ke Pasar di Luar PLN
ENERGI

Kepmen ESDM No.1790K/2018 Dorong Realokasi Gas ke Pasar di Luar PLN

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1790K/20/MEM/2018, memungkinkan bagi badan usaha untuk merealokasi alias mengalihkan pasokan gasanya ke pasar lain di luar kebutuhan pembangkit tenaga listrik, PT PLN (Persero).

Kepmen ESDM Nomor 1790K/20/MEM/2018 itu merupakan revisi dari Kepmen 1750K/20/MEM/2017 tentang penetapan aloksai dan pemanfaatan gas bumi untuk penyediaan tenaga listrik oleh PLN.

Dalam regulasi terdahulu hanya diatur ketentuan jika dalam jangka waktu 12 bulan setelah ditetapkan alokasi oleh menteri belum ditindaklajuti dengan perjanjian jual beli gas maka menteri akan melakukan evaluasi terhadap penetapan alokasi tersebut.

Kini dengan adanya regulasi baru maka badan usaha yang sebelumnya ditetapkan untuk menyalurkan gas ke PLN diizinkan mengalihkan pasokan gasnya langsung kepada sektor lain dengan catatan PLN belum dapat mengoptimalkan alokasi dan pemanfaatan gas dalam jangka waktu 12 bulan belum ada ditindaklanjuti dengan perjanjian jual beli gas bumi.(mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...