Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang menutup 2025 dengan catatan kinerja solid. Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran berhasil on stream dengan produksi melampaui target awal. Capaian ini langsung mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sumur eksplorasi PPC-01 berlokasi di Kecamatan Bayung Lencir dan menjadi salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang. Setelah mengantongi persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, perusahaan menargetkan produksi awal sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD).
Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi justru menembus 451,42 BOPD. Angka tersebut melampaui target awal dan memperkuat kontribusi lapangan ini terhadap produksi migas nasional.
Wamen ESDM Yuliot menilai keberhasilan PPC-01 mencerminkan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas. “Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujarnya.
Apresiasi serupa datang dari Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Ia menegaskan peran pengawasan dan pendampingan teknis dalam mendorong percepatan produksi. “Keberhasilan PPC-01 membuktikan kolaborasi yang solid mampu menghadirkan tambahan produksi yang nyata,” kata Djoko.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produksi migas nasional pada 2026. PHE menargetkan sejumlah proyek on stream di berbagai wilayah kerja, mulai dari PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea.

“Kami menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada serta eksplorasi frontier. PPC-01 menjadi contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas,” jelas Awang.
Di sisi lain, Awang menekankan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas hulu migas. “Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” tegasnya.

Ke depan, Struktur Padang Pancuran diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan lifting minyak nasional, sejalan dengan agenda ketahanan dan swasembada energi. (*)
Leave a comment