Home MIGAS Optimisme Permintaan Bahan Bakar Meningkat, Minyak Melesat Lebih Dari 1 Persen
MIGAS

Optimisme Permintaan Bahan Bakar Meningkat, Minyak Melesat Lebih Dari 1 Persen

Share
Optimisme Permintaan Bahan Bakar Meningkat, Minyak Melesat Lebih Dari 1 Persen
Share

New York, Situsenergi.com

Harga minyak dunia melesat lebih dari 1 persen, Rabu, setelah stok distilasi Amerika membukukan penurunan besar dan penyulingan meningkatkan aktivitas ke level tertinggi dalam lebih dari setahun. Hal itu mendorong harapan kenaikan permintaan bahan bakar di konsumen minyak terbesar dunia itu.

OPEC Plus, yang terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, Selasa, memutuskan untuk tetap berpegang pada rencana pelonggaran bertahap pembatasan produksi minyak dari Mei hingga Juli, indikasi bahwa kelompok tersebut yakin permintaan global akan pulih.

“Pasar didukung oleh keyakinan umum bahwa akhir permainan Covid sudah di depan mata,” kata Tamas Varga, analis PVM Oil Associates, dikutip dari Reuters.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat 85 sen, atau 1,3 persen menjadi USD67,27 per barel, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  Rabu (28/4/2021) atau Kamis (29/4/2021) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung 92 sen, atau 1,5 persen, menjadi USD63,86 per barel.

Persediaan minyak mentah Amerika meningkat 90.000 barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi, jauh lebih kecil dari perkiraan analis untuk kenaikan 659.000 barel.

Stok distilasi, yang mencakup minyak pemanas dan bahan bakar diesel, merosot 3,3 juta barel dalam sepekan, dan tingkat penyulingan melonjak menjadi 85,4 persen dari kapasitas, level tertinggi sejak Maret 2020.

“Antara musim tanam dan pengiriman truk online, kita memiliki jumlah yang bagus di minyak solar,” kata Bob Yawger, Direktur Mizuho. “Musim tanam melakukan keajaiban bagi pasar distilat.”

Dalam laporan tim ahli OPEC Plus awal pekan ini, kelompok tersebut memperkirakan permintaan minyak global pada 2021 akan tumbuh 6 juta barel per hari, setelah permintaan turun 9,5 juta barel per hari tahun lalu di tengah pandemi.

Goldman Sachs memperkirakan lonjakan permintaan minyak terbesar dalam sejarah di 5,2 juta barel per hari selama enam bulan ke depan, karena kampanye vaksinasi semakin cepat di Eropa dan permintaan perjalanan meningkat.

Goldman mengatakan pelonggaran pembatasan perjalanan internasional pada Mei akan menaikkan permintaan bahan bakar jet sebesar 1,5 juta barel per hari.

Di India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, jumlah kematian Covid-19 meroket melebihi 200.000 dan infeksi meningkat lebih dari 300.000 kasus sehari selama sepekan. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

RFCC Complex Jadi Game Changer RDMP Balikpapan, BBM Euro 5 Siap Mengalir

Jakarta, situsenergi.com Modernisasi Kilang Balikpapan masuk fase krusial. Fasilitas Residual Fluid Catalytic...

Hilirisasi Batu Bara Digeber! Pertamina–MIND ID Siapkan DME Pengganti LPG Impor

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

RDMP Balikpapan Dikebut! Proyek Rp123 T Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menggeber Proyek Refinery Development Master Plan...

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...