Menteri ESDM: Banyak Daerah Terluar Masih Gunakan Energi Fosil Menteri ESDM: Banyak Daerah Terluar Masih Gunakan Energi Fosil
Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan, bahwa banyak daerah terluar dan terasing saat ini masih menggunakan energi fosil berupa... Menteri ESDM: Banyak Daerah Terluar Masih Gunakan Energi Fosil

Jakarta, Situsenergi.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan, bahwa banyak daerah terluar dan terasing saat ini masih menggunakan energi fosil berupa genset diesel yang berkontribusi terhadap emisi karbon, sehingga mereka dituntut  beralih menggunakan energi bersih melalui pemanfaatan potensi energi lokal.

“Badan Litbang Kementerian ESDM sedang mengidentifikasi potensi-potensi sumber energi terbarukan di daerah-daerah terpencil. Pada saatnya nanti bisa dilakukan implementasi untuk pemanfaatan agar daerah itu bisa mandiri energi,” kata Arifin dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Jumat (21/5).

Menurutnya, berdasarkan laporan Kementerian ESDM, potensi energi baru terbarukan skala nasional tercatat mencapai lebih dari 400 gigawatt, namun jumlah yang baru dimanfaatkan hanya sekitar 10,5 gigawatt saja atau sekitar 2,5 persen dari total potensi.

“Dengan melakukan penelitian dan pemetaan potensi energi terbarukan tersebut, maka daerah-daerah terpencil diharapkan bisa menghasilkan energi bersih yang dapat mempercepat upaya pemanfaatan potensi sumber energi terbarukan,” paparnya

Dalam upaya mengembangkan potensi energi terbarukan, pemerintah menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Terbaru, lanjut Arifin, Kementerian ESDM melakukan diskusi dengan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) membahas sumber-sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.

BACA JUGA   Tambah SPKLU di Jalan Tol, KESDM Apresiasi Langkah PLN

“Kami baru saja melakukan urun rembug dengan ITB, ternyata ada juga sumber bayu yang memiliki kecepatan angin tinggi dan jumlahnya juga cukup besar. Lokasinya ada di wilayah utara perairan Indonesia,” ujar Arifin.

Sebagaimana diketahui, proyek pengembangan energi terbarukan menjadi penting karena Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon pada 2030 sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Pemerintah lantas menjadikan program pengembangan energi bersih sebagai cara dalam mencapai target barusan primer nasional sebesar 23 persen pada 2025, lalu meningkat menjadi 31 persen pada 2050.(ERT/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!