Home MIGAS Lemigas: Banyak Sumur Alami Water Blocking Penyebab Turunnya Produksi Gas
MIGAS

Lemigas: Banyak Sumur Alami Water Blocking Penyebab Turunnya Produksi Gas

Share
Lemigas: Banya Sumur Alami Water Blocking Penyebab Turunnya Produksi Gas
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Banyaknya sumur gas yang mengalami water blocking mengakibatkan adanya peningkatan tekanan hidrostatik dan back pressure ke dalam formasi, sehingga akan menyebabkan produksi gas mengalami penurunan secara signifikan dan kemungkinan terburuk sumur akan mati.

Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Jakarta, Selasa (17/1/2023) pagi.

“Banyak sumur gas yang mengalami water blocking, yang diakibatkan penipisan alami, penerobosan air, dan pasir di dalam formasi berupa cairan yang mengumpul di lubang sumur. Hal ini akan menyebabkan produksi gas mengalami penurunan secara signifikan dan bahkan bisa membuat sumur mati. Ini hal terburuk yang bisa terjadi,” papar Ariana.

Menurut dia, produk organic foaming agent yang merupakan hasil inovasi dari Lemigas, mampu mengatasi permasalahan water blocking dalam sumur gas dengan kandungan aditif organik, yang aman bagi reservoar, peralatan produksi, dan ramah lingkungan.

“Laboratorium Eksploitasi Lemigas mengolah umbi porang dan asam lemak nabati turunan CPO menjadi produk organic foaming agent, yang mampu mentransformasi air menjadi foam untuk menurunkan densitas air, sehingga gas mampu mengalir dan terproduksi kembali,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa berdasarkan catatan Kementerian ESDM, hingga saat ini produk inovasi organic foaming agent telah dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian terhadap beberapa sampel air formasi, baik dari sumur gas maupun minyak.

“Diharapkan inovasi teknologi itu mampu menjadi salah satu alternatif untuk membantu kelancaran operasional produksi sumur gas,” tutup Ariana.

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Koordinator Pengujian Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Yohannes B Doi Wange mengatakan, senyawa foaming agent juga tahan akan temperatur dan salinitas tinggi serta kompatibel dengan air formasi.

“Inovasi tersebut akan menjadi solusi terbaik untuk masalah water blocking pada sumur gas,” ujarnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...

Patra Jasa Group Turun Langsung! 500 Penyintas Banjir Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, situsenergi.com Patra Jasa Group bergerak cepat membantu warga terdampak banjir bandang...

Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Adera, Potensi 3.442 BOPD

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Adera Field kembali mencatat temuan penting...