Home MINERBA Krisis Energi di China Picu Peningkatan Ekspor Batubara Indonesia
MINERBA

Krisis Energi di China Picu Peningkatan Ekspor Batubara Indonesia

Share
Widih, Harga Batubara Naik di Februari
Share

Jakarta, situsenergi.com

Krisis Energi yang terjadi China mendorong terjadinya lonjakan permintaan batubara termasuk dari Indonesia. Batubara diketahui sebagai bahan utama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, menjelaskan permintaan yang tinggi serta harga yang meningkat mendorong peningkatan nilai ekspor secara bulanan pada September 2021 lalu.l jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Tercatat nilai ekspor pada September 2021 sebesar USD20,60 miliar atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 47,64 persen dibandingkan September 2020 sebesar USD13,96 miliar.

Margo menjelaskan batubara menjadi salah satu komoditas yang strategis dan berperan besar pada peningkatan nilai ekspor terutama ke China. Diketahui China menjadi negara tujuan utama selain ke India untuk ekspor produk batubara. Diperkirakan hal itu berkaitan dengan kebutuhan energi di China yang mengalami krisis sehingga mereka kembali kepada pembangkit energi dari sumber fosil seperti batubara.

“Batubara secara year on year naik (ekspornya) sebesar 168,89 persen dan secara mtom (bulanan) naik 9 persen. Negara tujuan ekspor batubara adalah ke Tiongkok dan India,” kata Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/10/2021).

Sebelumnya diberitakan juga bahwa tren ekspor yang naik signifikan terlihat dari permintaan batubara yang naik signifikan hingga triple digit di bulan September. SVP Economic Research Head UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja mengatakan salah satu penopang permintaan batubara nasional naik di pasar ekspor diantaranya permintaan dari China sebagai akibat banjir besar yang turut mendorong permintaan si emas hitam.

“Tapi ekspor dari barang tambang ini naik secara signifikan triple digit di bulan September, ini menunjukkan ekspor dari pertambangan terutama batubara karena krisis energi lagi berlangsung, karena banjir besar yang terjadi dan kemungkinan akan berlanjut paling sedikit akhir tahun,” kata dia. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...