Logo SitusEnergy
KPPU Jatuhkan Denda Perusahaan Sawit (PT BGA) Senilai Rp3 Miliar KPPU Jatuhkan Denda Perusahaan Sawit (PT BGA) Senilai Rp3 Miliar
Jakarta, Situsenergi.com Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman kepada PT Bumitama Gunajaya Agro (PT BGA) dengan denda sebesar Rp3 miliar karena telah terbukti... KPPU Jatuhkan Denda Perusahaan Sawit (PT BGA) Senilai Rp3 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman kepada PT Bumitama Gunajaya Agro (PT BGA) dengan denda sebesar Rp3 miliar karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan keterlambatan pemberitahuan atau notifikasi atas pengambilalihan saham yang dilakukannya atas PT Ladang Sawit Mas (PT LSM), PT Agriplus, dan PT Hungarindo Persada (PT HP). PT BGA adalah perusahaan pengelola kebun sawit dan pengolahan minyak sawit.

Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU menjelaskan perkara berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh KPPU atas Dugaan Pelanggaran Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 juncto Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 yang dilakukan oleh PT BGA dalam transaksi akuisisi yang dilakukannya perusahaan.

“Terdapat tiga transaksi akuisisi yang diperkarakan KPPU melalui Perkara dengan Nomor Register 08/KPPU-M/2022 tersebut, yakni akuisisi PT BGA atas PT LSM, akusisi PT BGA atas PT Agriplus, dan akuisisi PT BGA atas PT HP,” ujar Deswin dalam keterangannya, Sabtu (18/6/2022).

Dalam penyelidikan, KPPU menemukan fakta bahwa akuisisi yang dilakukan PT BGA atas PT LSM berlaku efektif pada tanggal 10 Agustus 2012 dan seharusnya dinotifikasikan pada tanggal 21 September 2012. Transaksi tersebut baru dinotifikasikan ke KPPU pada 6 Mei 2021, sehingga terlambat 2.023 hari.

BACA JUGA   Pertamina Apresiasi Usaha UMKM Berbasis Socioprenenur

Kemudian akuisisi yang dilakukan PT BGA atas PT Agriplus berlaku efektif pada tanggal 12 April 2017 dan seharusnya dinotifikasikan pada tanggal 25 Mei 2017. Transaksi tersebut baru dinotifikasikan ke KPPU pada 31 Maret 2021, sehingga terlambat 919 hari.

Selanjutnya akuisisi yang dilakukan PT BGA atas PT HP berlaku efektif pada tanggal 14 Juni 2017 dan seharusnya dinotifikasikan pada 26 Juli 2017. Transaksi tersebut baru dinotifikasikan ke KPPU pada 31 Maret 2021, sehingga terlambat 881 hari.

Sebelum memutuskan, Majelis Komisi mempertimbangkan hal-hal antara lain pengakuan terlapor atas keterlambatan melakukan pemberitahuan serta beritikad baik selama proses persidangan. Terlapor juga belum pernah dinyatakan bersalah dalam Putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) karena melanggar UU 5/1999.

Berdasarkan ketentuan wajib notifikasi dan berbagai fakta di persidangan, Majelis Komisi memutuskan bahwa PT BGA telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010, dan menghukum PT BGA untuk membayar denda sebesar Rp3 miliar dan menyetorkannya ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

BACA JUGA   Elnusa Siapkan Rp1,4 Triliun Untuk Kembangkan Bisnisnya Tahun Ini

“Dalam memutus dan mengenakan denda administratif pada setiap perkara persaingan usaha, Majelis Komisi juga turut mempertimbangkan referensi seluruh Putusan KPPU,” pungkas dia.(DIN/SL)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *