Home MIGAS Ini Rekomendasi IATMI Untuk Capai Target Produksi Migas
MIGAS

Ini Rekomendasi IATMI Untuk Capai Target Produksi Migas

Share
Ini Rekomendasi IATMI Untuk Capai Target Produksi Migas
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) berharap ada keterbukaan data terkait efisiensi dan strategi pembiayaan proyek hulu minyak dan gas (migas) antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Hal ini dipercaya dapat mendorong perubahan strategi pengelolaan dan alih tukar praktik terbaik antar KKKS, sehingga mendukung target produksi nasional unconstraint sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 millar standar kaki kubik gas per hari pada 2030 yang dicanangkan oleh pemerintah.

John Hisar Simamora, Ketua Umum IATMI juga berharap adanya akselerasi proses persetujuan izin pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) migas, terutama bagi lapangan-lapangan tua di Indonesia. Oleh karenanya perlu ada revisi terkait penyederhaan aturan dalam pedoman tata kerja (PTK).

Selain itu penerapan teknologi untuk meningkatkan tingkat pengurasan lapangan seperti injeksi air, Enhanced Oil Recovery (EOR) dan stimulasi produksi serta pengembangan sumber migas non-konvensional (MNK) juga akan membantu upaya peningkatan produksi.

John mengatakan jika melihat kondisi sektor migas Indonesia saat ini, dimana produksi migas banyak disokong oleh lapangan-lapangan tua, maka penerapan teknologi tepat guna akan memegang peranan kunci.

“IATMI juga menyoroti aspek efisiensi biaya, baik dari sisi biaya operasi untuk mempertahankan bisnis dan biaya pengembangan proyek untuk dapat meningkatkan produksi,” kata kata John yang juga Direktur Strategic Planning & Business Development, Pertamina Subholding Upstream.

Beberapa hal bisa membantu efisiensi biaya ini seperti penerapan teknologi digital, implementasi metode perbaikan proses bisnis seperti lean sigma dan sharing knowledge serta benchmarking antar perusahaan. SKK Migas dalam salah satu FGD mengungkapkan keterbukaan dan kesiapan pemerintah dalam mendorong pencapaian target produksi 2030.

Salah satu upaya yang telah dilakukan SKK Migas adalah dengan memberikan kebebasan kepada KKKS untuk memilih skema kontrak antara PSC Cost Recovery atau PSC Gross Split, yang disebut telah mampu menghemat biaya lebih dari USD2 miliar serta mampu menarik minat investor dan menaikkan kinerja lapangan-lapangan migas yang ada. SKK Migas juga terus berupaya melakukan perbaikan untuk mempermudah perijinan dan mendorong efisiensi melalui tapping/join operatorship.

“IATMI juga mendorong perguruan tinggi agar dapat memperkaya kurikulum yang ada dengan topik-topik baru seperti Enhanced Oil Recovery, teknologi terkait pengembangan potensi panas bumi, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dan juga hal terkait migas non-konvensional,” ungkap dia. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Zona 4 Genjot Produksi Migas, Semester I 2026 Capai 27.500 BOPD

Prabumulih, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi 27.500...

Pertamina Drilling Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Bidik Produksi 65 Barel Minyak per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas layanan hulu...

PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo, Kapasitas Gardu Naik Jadi 24,5 MVA untuk Dukung Produksi Migas

Libo, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan...

Batik Kubedistik Kaltara Tembus Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Makassar, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membawa Batik Kalimantan Utara...