Home ENERGI ESDM: Ini Cara Jitu Hapus Stigma Negatif Industri Nikel Di Indonesia
ENERGI

ESDM: Ini Cara Jitu Hapus Stigma Negatif Industri Nikel Di Indonesia

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kementerian ESDM mendorong para produsen nikel di Indonesia segera mengimplementasikan praktik Environmental, Social, dan Governance (ESG) di industri ekstraktif secara baik dan benar. Hal ini diperlukan untuk melawan stigma negatif dari berbagai kalangan terkait industri pengolahan nikel di Indonesia.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Irwandy Arif menjelaskan beberapa perusahaan yang sudah menjalankan ESD diantaranya PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Vale Indonesia Tbk, hingga Eramet Indonesia.

“Ada stigma bahwa nikel Indonesia itu nikel kotor yang sering diberitakan di luar negeri, namun hal ini belum tentu benar. Sejauh ini, beberapa tambang nikel di Indonesia sudah menerapkan ESG dengan baik,” kata Irwandy dalam keterangannya, Rabu (31/7/2024).

Irwandy yang juga sebagai guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berharap perusahaan nikel yang belum mengimplementasikan praktik ESG dapat mengadopsi kinerja dari ketiga perusahan itu.

“Saya pikir kalau semacam Eramet, Vale, Antam, itu pasti sudah menerapkan ESG dengan baik. Sekarang hanya tinggal bagaimana monitoring dari pemerintah secara berkelanjutan. Saya kira kita tidak perlu meragukan untuk hal itu,” ujar Irwandy.

Untuk perusahaan-perusahaan menengah ke bawah, Irwandy menilai, pemerintah Indonesia masih perlu menaruh perhatian khusus. Meski tak menyebut nama, dia menegaskan implementasi ESG dapat menempatkan perusahaan ekstraktif Indonesia menjadi bagian dari tren global. Terkait dengan standar penerapan prinsip ESG di sejumlah perusahaan ekstraktif, Irwandy mengatakan banyak sekali penilaiannya.

“Setiap perusahaan, kata dia, memiliki standar berbeda namun memiliki tujuan yang sama untuk memastikan penerapan ESG dijalankan dengan baik,” kata dia.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Benarkah PLTU Suralaya Penyebab Utama Polusi Jakarta?

Jakarta, situsenergi.com Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria mempertanyakan dasar keilmuan yang digunakan...

Pertamina Trans Kontinental Punya Bos Baru, ini Target Besarnya!

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmi mengukuhkan Harris Abdi Sembiring...

SP PDSI Dorong PDSI Jadi National Drilling Champion dalam Transformasi Pertamina Upstream

Jakarta, situsenergi.com Serikat Pekerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (SP PDSI) mendorong...

PHR Regional 1 Raih Best of the Best, CSR Berkelanjutan Jadi Andalan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 terus mengembangkan program...