Home MIGAS Bahlil: Pemerintah Terus Matangkan Aturan Terkait Pengetatan Pembelian BBM Bersubsidi
MIGAS

Bahlil: Pemerintah Terus Matangkan Aturan Terkait Pengetatan Pembelian BBM Bersubsidi

Share
Soal Penyelidikan KPPU Terkait Proyek Pipa Cisem Tahap II, Menteri ESDM: Silahkan Saja Kalau Mau Buktikan
Share

Jakarta, situsenergi.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus mematangkan aturan terkait pengetatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Bahlil, sampai sekarang aturannya masih dimatangkan dan tidak boleh terburu-buru. Karena itu harus diketahui dampak ketika diimplementasikan di tingkat nelayan dan petani, sehingga harus diuji coba terus.

Ia menyampaikan bahwa aturan tersebut sudah hampir final, namun Bahlil tidak menjelaskan lebih lanjut apakah aturan tersebut akan diimplementasikan di masa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo atau pemerintahan mendatang.

“Aturannya sudah hampir final, tapi apakah nanti di zamannya Presiden RI Bapak Joko Widodo (Jokowi) atau presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto, itu cuma persoalan waktu saja,” kata Bahlil di Jakarta, Kamis.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa pengetatan pembelian BBM subsidi supaya lebih tepat sasaran direncanakan mulai diterapkan pada 1 Oktober 2024,  tetapi belum siap.

“Pemerintah saat ini masih membahas terkait aturan pengetatan tersebut agar lebih tepat sasaran dan mencerminkan keadilan. Formulasi beleid yang dikeluarkan itu nanti harus tersalurkan secara adil ke tingkat petani dan nelayan,” paparnya.

Disebutkan juga bahwa pembatasan pembelian BBM bersubsidi baru akan dilaksanakan setelah adanya penetapan Peraturan Menteri (Permen). Bahlil mengatakan, nantinya peraturan terkait pembelian BBM bersubsidi akan diatur dalam Permen ESDM bukan lagi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM yang saat ini sedang proses revisi.

“Tapi saya belum bisa memberikan informasi secara detail mengenai isi peraturan terkait pembatasan BBM tersebut, sebab sampai saat ini masih dalam kajian,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sumur Pertamina EP di Sumsel Bikin Kejutan, Produksi Tembus 475 BOPD!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina EP (PEP) Aset 2 yang berada di bawah Pertamina...

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...