Home ENERGI Pertamina RU II Pangkas Jalur Pengiriman Tangki ke Dermaga
ENERGI

Pertamina RU II Pangkas Jalur Pengiriman Tangki ke Dermaga

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai kembangkan sistem baru guna memangkas angka Berthing Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat pemakaian dermaga melalui modifikasi jalur dari tangki timbun BBM di Kilang menuju kapal.

Menurut General Manager Pertamina RU II Dumai Nandang Kurnaedi, pengapalan perdana produk BBM solar menggunakan sistem loading baru ini telah dilaksanakan di dermaga (Jetty) 1 RU II Dumai.

Nandang memimpin langsung kegiatan ini bersama-sama dengan Kapten dan awak kapal Bull Flores sebagai yang pertama kali merasakan inovasi ini.

“Upaya ini dilakukan guna mengoptimalkan upaya Pertamina dalam mewujudkan efisiensi dan efektifitas di berbagai lini usaha,” kata Nandang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/2/2019),

Ia mengatakan, sebagai kilang yang memasok hingga 20 persen kebutuhan energi nasional, inovasi sekecil apapun dapat berdampak besar bagi bisnis Pertamina.

“Jika sebelumnya loading rate berada di angka 1200 KL jam jam, kini dapat mencapai angka 2010 KL/jam. Penghematan waktu bisa kami genjot hingga 60 persen,” tukasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, loading rate atau dapat diterjemahkan sebagai kecepatan pompa dalam memompa BBM dari tangki yang berada di darat menuju kapal dapat ditingkatkan melalui modifikasi jalur existing serta penambahan jalur baru ex produk kerosene.

Dengan demikian, Integrated Port Time (IPT) atau waktu yang dibutuhkan kapal untuk berlabuh di Jetty Pertamina dapat diturunkan. Occupancy jetty pun menurun dari semula 90 persen kini berada di angka 75 persen sehingga dapat dioptimalkan untuk keperluan operasional kapal lainnya.

“Penuruan IPT memiliki imbas yang beragam di berbagai aspek, khususnya efisiensi waktu dan pendanaan. Belum lagi dengan lebih cepatnya produk jadi disalurkan ke kapal, kilang dapat memproduksi lebih banyak BBM untuk mengisi ruang kosong di dalam tangki penyimpanan produk,” papar Nandang.

Terkait produksi BBM di Kilang Nandang menambahkan jika sebelumnya produksi BBM jenis solar di RU II Dumai berkisar di angka 2600 ribu barel per bulan, dengan adanya tambahan ruang kosong di tangki penyimpanan, kini RU II dapat menggenjot produksi solar menjadi 3300 ribu barel per bulannya. Angka ini tentunya berpengaruh signifikan bagi ketersediaan BBM bagi masyarakat Indonesia.

“Sebagai negara yang memiliki tingkat penggunaan BBM yang tinggi, kami percaya inovasi ini dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Ke depannya, inovasi-inovasi serupa yang low effort namun high impact seperti ini akan terus kami kembangkan,” pungkasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...