Home ENERGI Meski Dalam Tekanan, Bos Adaro Optimistis 2019 Sektor Batubara Masih Positif
ENERGI

Meski Dalam Tekanan, Bos Adaro Optimistis 2019 Sektor Batubara Masih Positif

Share
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir
Share

Jakarta, situsenergy.com

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir mengaku masih optimistis sektor batubara bisa membukukan kinerja positif di tahun 2019 mendatang meski fluktuasi harga batubara diperkirakan masih terjadi sebagai akibat dari  kebijakan pemerintah Tiongkok yang mengontrol komoditas batubara.

Menurut dia, potensi pasar batubara sendiri kedepannya akan lebih ke pasar Asia dan domestik. Terlebih, kebijakan kelistrikan pemerintah Indonesia yang memang sebagian besar masih menggunakan bahan bakar Fossil tersebut.

“Saya percaya outlook batubara masih positif karena masih ada permintaan dari negara-negara Asia dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Garibaldi usai acara acara IEA Coal Forecast to 2023, di Jakarta, Selasa (18/12)

Ditambahkannya, beberapa proyek infrastruktur kelistrikan yang merupakan bagian dari proyek 35 GigaWatt baru akan COD tahun depan. Hal ini secara otomatis akan menyerap komoditas batubara Indonesia.

“Batubara harga yang lebih terjangkau dan cadangan banyak maka masih menjadi andalan. Indonesia bukan hanya butuh listrik yang murah, tapi juga andal. Pemanfaatan batubara dalam negeri, atau PLTU merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi bangsa,” tuturnya.

Garibaldi melanjutkan, dari sisi devisa, batubara juga masih akan menyumbang pendapatan yang sangat besar untuk menunjang perekonomian RI. Dia pun mengungkap, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor minerba saja tahun 2017 ini sudah menembus angka Rp 40,6 triliun. Belum lagi sektor batubara sendiri merupakan salah satu penyerap tenaga kerja yang cukup besar. Kehadirannya tentu saja akan sangat membantu Indonesia disaat perekonomian global sedang kurang bersahabat. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...