Home MIGAS Sumur Minas Pertamina Rokan Meledak! Produksi Tembus 602 Barel per Hari, Jauh di Atas Target
MIGAS

Sumur Minas Pertamina Rokan Meledak! Produksi Tembus 602 Barel per Hari, Jauh di Atas Target

Share
Sumur Minas Pertamina Rokan Meledak! Produksi Tembus 602 Barel per Hari, Jauh di Atas Target
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian produksi minyak yang melampaui target melalui pengeboran Sumur 6C-27A di Lapangan Minas. Sumur tersebut menghasilkan produksi awal 602 barel minyak per hari (BOPD), atau sekitar 246% dari target yang ditetapkan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa PHR memulai pengeboran sumur tersebut pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21.

“Alhamdulilah PHR telah melaksanakan pengeboran sumur Minas 6C-27A di Lapangan Minas pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pengeboran Rampung dalam 38 Hari

PHR menyelesaikan pengeboran Sumur 6C-27A pada 23 September 2026. Total durasi pekerjaan, mulai dari pemindahan rig, pengeboran hingga penyelesaian awal sumur, mencapai 38 hari.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Tim melakukan pengeboran secara directional dengan menyasar formasi Bangko LQR (low quality reservoir) pada kedalaman 3.029 kaki terukur (ftMD).

Setelah menyelesaikan operasi pengeboran dan komplesi, PHR mulai memproduksikan sumur tersebut pada 19 Oktober 2026 melalui tahapan Put On Production (POP).

Produksi Capai 246% dari Target

Sumur Minas 6C-27A mencatat produksi awal sebesar 753 barel fluida per hari (BFPD), dengan produksi minyak mencapai 602 BOPD. Sumur ini memiliki tingkat water cut 20% dan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP).

Capaian tersebut jauh melampaui target produksi sebesar 245 BOPD. Dengan realisasi 602 BOPD, produksi awal sumur mencapai sekitar 246% dari target yang direncanakan.

Selain mencatat hasil produksi yang tinggi, kegiatan ini juga membukukan 1.056 jam kerja aman (safe man hours) sejak awal pengeboran hingga pengujian produksi.

Djoko menegaskan, capaian tersebut mencerminkan komitmen SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjaga keselamatan operasional.

“Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence di setiap tahapan kegiatan operasi selalu dikedepankan,” pungkasnya. (MK/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...

Migas Nonkonvensional Dibidik! Pertamina Drilling Andalkan Rig 1.500 HP

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Drilling memperkuat kesiapan untuk menggarap potensi migas nonkonvensional (MNK)...

FSPPB Tegas Tolak Merger PDSI Dengan Elnusa, ini Alasannya!

Jakarta, Situsenergi.com Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengakui menolak secara tegas...