Jakarta, Situsenergi.com
Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian produksi minyak yang melampaui target melalui pengeboran Sumur 6C-27A di Lapangan Minas. Sumur tersebut menghasilkan produksi awal 602 barel minyak per hari (BOPD), atau sekitar 246% dari target yang ditetapkan.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa PHR memulai pengeboran sumur tersebut pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21.
“Alhamdulilah PHR telah melaksanakan pengeboran sumur Minas 6C-27A di Lapangan Minas pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Pengeboran Rampung dalam 38 Hari
PHR menyelesaikan pengeboran Sumur 6C-27A pada 23 September 2026. Total durasi pekerjaan, mulai dari pemindahan rig, pengeboran hingga penyelesaian awal sumur, mencapai 38 hari.

Tim melakukan pengeboran secara directional dengan menyasar formasi Bangko LQR (low quality reservoir) pada kedalaman 3.029 kaki terukur (ftMD).
Setelah menyelesaikan operasi pengeboran dan komplesi, PHR mulai memproduksikan sumur tersebut pada 19 Oktober 2026 melalui tahapan Put On Production (POP).
Produksi Capai 246% dari Target
Sumur Minas 6C-27A mencatat produksi awal sebesar 753 barel fluida per hari (BFPD), dengan produksi minyak mencapai 602 BOPD. Sumur ini memiliki tingkat water cut 20% dan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP).
Capaian tersebut jauh melampaui target produksi sebesar 245 BOPD. Dengan realisasi 602 BOPD, produksi awal sumur mencapai sekitar 246% dari target yang direncanakan.
Selain mencatat hasil produksi yang tinggi, kegiatan ini juga membukukan 1.056 jam kerja aman (safe man hours) sejak awal pengeboran hingga pengujian produksi.
Djoko menegaskan, capaian tersebut mencerminkan komitmen SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjaga keselamatan operasional.
“Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence di setiap tahapan kegiatan operasi selalu dikedepankan,” pungkasnya. (MK/GIT)
Leave a comment