Plaju, Situsenergi.com
Kilang Plaju milik PT Pertamina Patra Niaga mencatat produksi Avtur sebanyak 295.263 barel sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian ini memperkuat kontribusi kilang tersebut dalam menjaga ketersediaan bahan bakar pesawat untuk mendukung transportasi udara, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Pada periode yang sama, Kilang Plaju mencatat realisasi lifting atau penyaluran Avtur sebesar 261.992 barel. Produksi dan penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi bagi konektivitas antardaerah serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada penerbangan.
Kilang Plaju tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memastikan kualitas bahan bakar pesawat memenuhi standar yang berlaku. Sebagai objek vital nasional di sektor energi, kilang ini menjalankan pengawasan mutu secara ketat di setiap tahapan operasional.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, menegaskan bahwa ketersediaan Avtur harus berjalan seiring dengan jaminan kualitas produk.
“Bagi kami, memastikan ketersediaan Avtur tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi, tetapi juga memastikan setiap produk yang disalurkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan,” ujar Khabibullah dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Menurut dia, pengawasan secara konsisten dan menyeluruh menjadi bagian penting untuk memastikan Avtur siap mendukung kebutuhan penerbangan.
Untuk menjaga kualitas tersebut, Kilang Plaju menjalankan tahapan pengolahan dan pengujian laboratorium. Penyaluran baru dilakukan setelah hasil pengujian menunjukkan bahwa produk telah memenuhi seluruh spesifikasi bahan bakar penerbangan yang berlaku.
Selain mengawasi mutu produk, Kilang Plaju mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan atau HSSE dalam kegiatan operasionalnya. Langkah ini mendukung proses pengolahan energi yang aman, andal, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Keandalan produksi dan kualitas Avtur memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat serta konektivitas wilayah. Karena itu, konsistensi operasional menjadi bagian dari upaya kilang dalam menjaga pasokan energi untuk kebutuhan transportasi udara.

Kilang Plaju juga menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan keandalan operasional, pengawasan mutu, dan penerapan HSSE. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita untuk mendorong swasembada energi dan memperkuat ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia. (*)
Leave a comment