Home MIGAS Bahlil: Impor LPG Masih 85%, Pemerintah Cari Solusi dari Gas Domestik
MIGAS

Bahlil: Impor LPG Masih 85%, Pemerintah Cari Solusi dari Gas Domestik

Share
Bahlil: Impor LPG Masih 85%, Pemerintah Cari Solusi dari Gas Domestik
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional. Saat ini, sekitar 80-85% kebutuhan LPG atau sekitar 7-7,5 juta ton per tahun masih didatangkan dari luar negeri.

“LPG kita, kita masih impor. 80 sampai 85% total kebutuhan LPG kita itu masih impor. Total kebutuhan kita sekarang 8,5 juta sampai dengan 9 juta. Impor kita kurang lebih sekitar 7 sampai 7,5, sisanya industri dalam negeri,” kata Bahlil dalam sambutannya pada acara Investor Daily Summit 2025, Rabu (7/10/2026).

Padahal, Indonesia masih mengekspor LNG sekitar 30% dari total produksi gas nasional. Namun, menurut Bahlil, LNG tidak otomatis dapat diubah menjadi LPG karena perbedaan komposisi gas.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

“Saya dibrief ternyata gas kita itu banyak. Kita ekspor LNG kita 30% dari total produksi. Tapi saya katakan kenapa tidak dibikin LPG? Ternyata bahan baku LPG itu C3 dan C4, dan gas yang paling banyak di Indonesia itu adalah C1, C2,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Tidak ada cara lain menurut saya, harus ada kita melakukan konversi. Untuk menuju kedaulatan energi arahan Bapak Presiden, kita harus mencari seluruh resources sumber daya alam kita,” tegas Bahlil. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

MotoGP 2026 Belum Mulai, Bandara Lombok Sudah Bikin Pengunjung Terpukau

Lombok, Situsenergi.com Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak hanya terasa...

Elnusa Bidik Bisnis Timur Tengah, Bawa Jurus Seismik ke Irak

Jakarta, Situsenergi.com PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) mulai mengarahkan radar bisnisnya...

Padi dan Ikan Panen Bareng, Jurus PHKT di PPU Raih Gold CSR Awards 2026

Jakarta, Situsenergi.com Satu lahan kini bisa menghasilkan dua komoditas sekaligus. PT Pertamina...

Perahu Terbalik di Mahakam, Tim Security PHM Bergerak Selamatkan Warga

Kutai Lama, Situsenergi.com Insiden terjadi di perairan TM-28 area GTS-4, wilayah Kutai...