Selangor, Malaysia, Situsenergi.com
Akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia terus mendapat perhatian. PT Pertamina Malaysia Eksplorasi dan Produksi (PMEP) ikut mengambil bagian dengan mendukung fasilitas pendidikan di Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Insan Malindo, Klang, Selangor.
PPWNI Insan Malindo menjadi salah satu Sanggar Bimbingan (SB) yang membantu anak-anak Indonesia usia sekolah dasar mendapatkan pendidikan. Pusat pendidikan tersebut berdiri sejak 2008 dan kini menampung sekitar 160 hingga 180 murid dari kelas 1 sampai kelas 6.
Dukungan PMEP hadir melalui peningkatan fasilitas dasar. Perusahaan membantu pemasangan lantai keramik serta pipa air untuk toilet sehingga pusat pendidikan tersebut memiliki akses air bersih yang lebih baik.
Pendidikan Anak Migran Jadi Perhatian
Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Ahmad Romadhoni Surya Putra mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri, tetapi juga memperhatikan keluarganya, termasuk anak-anak.
Menurut dia, keterbatasan kondisi orang tua membuat sebagian anak Indonesia belum dapat mengakses sistem pendidikan di Malaysia. Karena itu, KBRI menggandeng masyarakat, WNI, dan perusahaan untuk membuka ruang belajar bagi anak-anak tersebut.
“Oleh karena itu KBRI bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat, WNI yang lain, bahkan dengan perusahaan, untuk mendorong adanya kelompok-kelompok yang bisa mengajarkan anak-anak ini untuk baca, tulis, dan hitung,” kata Ahmad Romadhoni di Klang, Selangor, 21 Agustus 2026.
KBRI mencatat sekitar 76 Sanggar Bimbingan setara SD berada di kawasan Semenanjung Malaysia. Para mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia juga ikut membantu sebagai tenaga pengajar.

PMEP Tak Cuma Bantu Infrastruktur
Selain fasilitas fisik, PMEP ikut mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Perusahaan menjalankan program CHARISMA atau Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action bersama Ruangguru.
Program tersebut menyasar 10 guru Indonesia yang mengajar di Sanggar Bimbingan di Malaysia. Pelaksanaannya berlangsung selama 3-4 bulan dengan pengukuran dampak terhadap kompetensi guru dan perkembangan karakter siswa.
Country Manager PMEP Eva Fadlila menilai pendidikan tidak berhenti pada kemampuan akademik. Menurutnya, proses belajar juga harus membentuk karakter anak.
“Karena pendidikan tidak hanya memberikan siswa untuk dapat membaca dan menulis saja, tetapi juga membentuk karakter yang jujur, berintegritas tinggi, punya empati, dan juga percaya diri untuk menjadi leader nanti ke depannya,” papar Eva.
Dorong Pendidikan Berkelanjutan
PPWNI Insan Malindo kini memiliki delapan tenaga pengajar yang mendapat dukungan mahasiswa Indonesia. Para siswa mengikuti kurikulum nasional Indonesia dengan mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PPKN, Bahasa Inggris, dan kesenian.
Fasilitasnya juga mencakup kantor, empat ruang kelas, perpustakaan, lapangan, serta sejumlah sarana pendukung. Pemerintah Indonesia juga dapat melakukan penyetaraan hasil pendidikan dari Sanggar Bimbingan sehingga anak-anak tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai ketentuan.
“PMEP akan terus hadir untuk men-support KBRI di Malaysia terkait pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia,” tutup Eva. ***
Leave a comment