JAKARTA, Situsenergi.con
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang EPSA 2026. Perusahaan meraih Gold Award dalam kategori Eco-Hazard Innovation berkat inovasi bioremediasi untuk memulihkan lahan yang terkontaminasi minyak bumi.
Penghargaan tersebut PHR raih dalam Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 di Semarang pada 27 Agustus 2026. PHR mengusung inovasi On-Site Bioremediation sebagai solusi pemulihan lahan di Wilayah Kerja Rokan.
Teknologi ini mengandalkan mikroorganisme untuk membantu menurunkan kandungan hidrokarbon pada tanah. Karena proses pemulihan berlangsung di lokasi, metode tersebut juga mengurangi kebutuhan untuk memindahkan material.
PHR menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi tanah dan karakteristik kontaminasi. Langkah ini membuat proses pemulihan lingkungan berjalan lebih terarah sekaligus mendukung komitmen ESG perusahaan.
Puluhan Lahan Masuk Tahap Pemulihan
Data hingga pertengahan 2026 menunjukkan 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dari Kementerian Lingkungan Hidup. PHR telah menyelesaikan pemulihan di 26 lokasi, sementara 17 lokasi sudah memperoleh SSPLT.
Vice President Remediation & Asset Retirement PHR Ovulandra Wisnu mengatakan perusahaan terus mencari solusi yang ramah lingkungan dan efisien.
“Pengakuan ini semakin memotivasi kami untuk terus mengembangkan solusi-solusi yang berkelanjutan,” ujar Wisnu.
Ia menilai pengelolaan lingkungan harus berjalan beriringan dengan kinerja operasional. Dengan begitu, perusahaan dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
EPSA 2026 diikuti 48 perusahaan dengan total 151 karya ilmiah. Penilaian mencakup kebaruan inovasi, efektivitas implementasi, dampak lingkungan, keberlanjutan program, serta kontribusi terhadap SDGs.

Bagi PHR, penghargaan ini menjadi dorongan untuk memperluas inovasi di luar aspek produksi. Perusahaan juga terus mengembangkan praktik operasi hulu migas yang selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan. ***
Leave a comment